Selasa, 04 Agustus 2009

Anggrek Dendrobium

Analisa Usaha Tani: Anggrek Dendrobium
Tanaman Anggrek Dendrobium merupakan tanaman anggrek yang cukup baik untuk dikembangkan pada dataran rendah sampai menengah (0 – 600m dpl). Bibit anggrek Dendrobium bisa didapatkan dengan cara vegetatif melalui pemisahan bulb atau dengan kultur jaringan. Di Indonesia jenis anggrek Dendrobium ini sangat banyak diusahakan, karena disamping dapat tumbuh pada dataran rendah, juga pemeli-haraannya relatif tidak begitu sulit.
Dalam melakukan usaha tani anggrek Dendrobium dapat dilakukan dalam 4 tahapan berdasarkan pangsa pasar yang ada, yaitu tahap botol ke kompot, kompot ke seedling, tahap remaja dan tahap pembungaan. Pada bagian ini disajikan analisis usahatani tahap remaja dan tahap pembungaan.
1. Analisa Usaha Tani Anggrek Dendrobium tahap remaja (panen setiap 4 bulan)
Budidaya tanaman anggrek Dendrobium memerlukan biaya produksi yang cukup tinggi. Total biaya produksi dari tanaman Anggrek Dendrobium tahap remaja dengan luas serre 1.000m2 (kapasitas 25.000 batang) dengan masa panen 4 bulan adalah Rp. 122.349.667 tanpa menggunakan kredit dari Bank dan kalau diasumsikan bunga Bank 18%, maka total pengeluaran untuk ongkos produksi mwncapai Rp. 129.690.647. Biaya produksi terbesar digunakan untuk pengadaan bibit sebesar Rp. 87.500.000 (67,46%), untuk pegadaan pot Rp. 15.000.000 (11,56%), pembelian media tanam sebesar Rp. 12.500.000 (9,64%), Pupuk mencapai Rp. 2.048.000 (1,58%), tenaga kerja Rp. 1.200.000 (0,9%) dan untuk biaya tetap sebesar Rp. 3.141.667 (2,42%).
Dengan perkiraan tingkat kematian dan tanaman afkir lebih kurang 1% sampai saat tanaman anggrek Dendrobium siap panen pada umur 4 bulan, maka didapat produksi 24.750 batang anggrek, denngan nilai sebesar Rp. 247.500.000. Dengan demikian berdasarkan analisis masukan dan keluaran dalam usaha tani tanaman Anggrek Dendrobium tahap remaja dengan luas serre 1.000m2 (kapasitas 25.000 batang), diperoleh keuntungan bersih sebesar Rp. 112.859.353.
Analisis efisiensi produksi tanaman anggrek Dendrobium tahap remaja dengan perhitungan R/C ratio didapatkan nilai 1,9. Hal ini berarti bahwa setiap rupiah biaya yang dikeluarkan, akan diperoleh keuntungan sebesar Rp. 1,9,-. Dengan analisis B/C ratio didapatkan bahwa keuntungan bersih diperoleh Rp. 0,9 per Rp. 1 yang dikeluarkan. Selengkapnya proyeksi biaya dan keuntungan usaha tani anggrek Dendrobium tahap remaja dapat dilihat pada tabel 13.


Proyeksi Biaya dan Keuntungan Usaha Tani Anggrek Dendrobium Tahap Remaja Dengan Luas Seree 1.000 m2 (Kapasitas 25.000 Tanaman).

No


Uraian


Volume


Satuan (Rp)


Jumlah (Rp)

I.
PENGELUARAN


A. Biaya Tetap (Serre House 1000 m2).
1. Serre (besi galvanis di las) lengkap umur pakai 10 tahun = 120 bulan/30 x panen = Rp. 45.000.000,-. Umur tanaman/panen 4 bulan --> 45.000.000/30 1000 m2 45.000 1.500.000

2.


Rak dari kayu Damar Laut, Umur pakai 10 tahun = Rp. 20.000.000 Umur panen 4 bulan (30 X panen). --> 20.000.000/30




666.667

3.


Jaring Net 65 %, Umur pakai 5 tahun = Rp. 5.500.000 Umur panen 4 bulan (15 X panen) -->5.500.000/15


270 m


18.000


366.667

4.


Pompa Air. Umur pakai 5 thn = Rp. 3.000.000,-. Umur panen 4 bulan (15 X panen) --> 3.000.00/15




200.000

5.


Pompa Sprayer


1 buah


175.000


175.000

6.


Selang Air. Umur pakai 5 thn = Rp. 500.000,-. Umur panen 4 bulan (15 X panen) --> 500.000/15


100 m


5.000


33.333

7.


Bak Pemupukan. Umur pakai 5 thn = Rp. 500.000,-. Umur panen 4 bulan (15 X panen) --> 500.000/15




33.333

8.


Sewa Lahan. Masa pakai 1 thn = Rp. 500.000,-. Umur panen 4 bulan (3 X panen) --> 500.000/3




166.667



Sub Total (A)




3.141.667
No

Uraian

Volume

Satuan (Rp)

Jumlah (Rp)



B. Biaya Tidak Tetap

1.


Bibit


25.000 btg


3.500


87.500.000

2.


Pot


25.000 bh


600


15.000.000

3.


Media


25.000


500


12.500.000

4.


Pupuk


32 kg


64.000


2.048.000

5.


Pestisida


16 ltr


35.000


560.000

6.


Tenaga Kerja 1 orang


4 bln


300.000


1.200.000

7.


Listrik


4 bln


100.000


400.000



Sub Totol (B)




119.208.000



Total Biaya (A + B)




122.349.667



C. Bunga Bank 18 % : 18 % X 122.349.667= 22.022.940,- . Umur panen 4 bulan (3 X panen/thn) --> 22.022.940/3




7.340.980



Total Biaya Seluruhnya (A+B+C)


129.690.647

II.


PEMASUKAN

1.


Penjualan (dari 25.000 batang sebanyak 1% mati= 24.750 batang)


24.750 btg


10.000


247.500.000

2.


Penyusutan 2 % X 247.500.000




4.950.000

3.


Pendapatan (1 – 2)




242.550.000

III


KEUNTUNGAN



(Rp. 242.550.000 – Rp. 129.690.647)


112.859.353



R/C Ratio


1,9



B/C Ratio


0,9

2. Analisis Usaha Tani Anggrek Dendrobium Tahap Pembungaan (panen setiap 3 bulan)
Total biaya produksi dari tanaman Anggrek Dendrobium tahap pembungaan dengan luas serre 1.000m2 (kapasitas 15.000 batang) dan masa panen setiap 3 bulan adalah Rp. 164.750.520 sudah termasuk bunga Bank sebesar 18%, sedangkan biaya produksi tanpa bunga Bank adalah sebesar Rp. 157.656000. Biaya produksi terbesar digunakan untuk pengadaan bibit sebesar Rp. 135.000.000 (81,94%), untuk pegadaan pot Rp. 9.000.000 (5,46%), pembelian media tanam sebesar Rp. 7.500.000 (4,55%), Pupuk sebesar Rp. 1.536.000 (0,93%), tenaga kerja sebesar - Rp. 1.500.000 (0,91%) dan untuk biaya tetap sebesar Rp. 2.400.000 (1,46%).
Produksi Anggrek Dendrobium yang dihasilkan 14.850 batang anggrek, dengan nilai penjualan sebesar Rp. 297.000.000. Perkiraan tingkat kematian dan tanaman afkir lebih kurang 1% sampai saat tanaman anggrek Dendrobium siap panen. Dengan demikian berdasarkan analisis masukan dan keluaran dalam usaha tani tanaman Anggrek Dendrobium tahap pembungaan dengan luas serre 1.000m2 (kapasitas 15.000 batang), diperoleh keuntungan bersih sebesar Rp. 126.309.480,-
Analisis efisiensi produksi tanaman anggrek Dendrobium tahap pembungaan dengan perhitungan R/C ratio didapatkan nilai 1,8. Hal ini berarti bahwa setiap rupiah biaya yang dikeluarkan, akan diperoleh keuntungan sebesar Rp. 1,8,-. Dengan analisis B/C ratio didapatkan bahwa keuntungan bersih diperoleh Rp. 0,8 per Rp. 1 yang dikeluarkan. Selengkapnya proyeksi biaya dan keuntungan usaha tani anggrek Dendrobium tahap pembungaan dapat dilihat pada tabel 14.

Proyeksi Biaya dan Keuntungan Usaha Tani Anggrek Dendrobium Tahap Pembungaan Dengan Luas Seree 1.000 m2 (Kapasitas 15.000 Tanaman).

No


Uraian


Volume


Satuan (Rp)


Jumlah (Rp)

I.


PENGELUARAN



A. Biaya Tetap (Serre House 1000 m2).

1.


Serre (besi galvanis di las) lengkap umur pakai 10 tahun = 120 bulan/ 40 X panen = Rp. 45.000.000,-. Umur tanaman/panen 3 bulan --> 45.000.000 /40


1000 m2


45.000


1.125.000

2.


Rak dari kayu Damar Laut, Umur pakai 10 thn = Rp. 20.000.000. Umur panen 3 bulan (40 X panen) ->20.000.000/40




500.000

3.


Jaring Net 65 %: Umur pakai 5 tahun = Rp. 5.500.000. Umur panen 3 bulan (20 X panen) --> 5.500.000/20


270 m


18.000


275.000

4.


Pompa Air : Umur pakai 5 thn = Rp. 3.000.000. Umur panen 3 bulan (20 X panen) --> 3.000.000/20




150.000

5.


Pompa Sprayer


1 buah


175.000


175.000

6.


Selang Air: Umur pakai 5 thn = Rp. 500.000,-. Umur panen 3 bulan (20 X panen) --> 500.000/20


100 m


5.000


25.000

7.


Bak Pemupukan: Umur pakai 5 thn = Rp. 500.000,-. Umur panen 3 bulan (20 X panen) --> 500.000/20




25.000


8.


Sewa Lahan: Masa pakai 1 thn = Rp. 500.000,-. Umur panen 3 bulan (4 X panen) --> 500.000 /4




125.000



Sub Total A


s


2.400.000



B. Biaya Tidak Tetap

1.


Bibit


15.000 btg


9.000


135.000.000

2.


Pot


15.000 bh


600


9.000.000

3.


Media


15.000


500


7.500.000

4.


Pupuk


24 kg


64.000


1.536.000

5.


Pestisida


12 ltr


35.000


420.000

6.


Tenaga Kerja 1 orang


3 bln


500.000


1.500.000

7.


Listrik


3 bln


100.000


300.000



Sub TotAl B




155.256.000



Total Biaya (A + B)




157.656000


C. Bunga Bank 18 %:
18 % X 157.656.000 = 28.378.080,-. Umur panen 3 bulan (4 X panen/thn) -->28.378.080/4




7.094.520



Total Biaya Seluruhnya (A+B+C)
a

164.750.520

II.


PEMASUKAN

1.


Penjualan : (dari 15.000 batang sebanyak 1% mati =14.850 batang)


14.850 batang


20.000


297.000.000

2.


Penyusutan 2 % X 297.000.000


5.940.000

3.
Pendapatan

291.060.000
III
KEUNTUNGAN



(Rp. 291.060.000 – Rp. 164.750.520)


126.309.480



R/C Ratio


1,8


B/C Ratio


0,8



-copyright © 2006 Dithias


Direktorat Budidaya Tanaman Hias - Direktorat Jenderal Hortikultura - Departemen Pertanian
Jl. AUP Pasar Minggu No. 3 - Pasar Minggu Jakarta 12520, Indonesia
Telp : (021) 7814545 / 78842941 Fax : (021) 7814545 / 78842941

WANA WISATA

WANA WISATA DAN WADUK KEDUNGOMBO

Mendengar kata Kedungombo tentunya pikiran orang langsung terarah kepada sebuah waduk yang berukuran raksasa. Pasalnya, waduk ini sempat menggegerkan bahkan mewarnai pentas politik nasional di akhir tahun delapan puluhan dan awal tahun sembilan puluhan. Bukan itu saja, pihak-pihak asing terutama negara-negara maju mengungkit-ungkit masalah ini hampir di setiap forum internasional. Peristiwa penggusuran 37 desa yang terkena pembangunan waduk di klaim telah melanggar hak asasi manusia. Mereka hanya melihat sisi negatifnya padahal sesungguhnya ada dampak positif yang lebih besar. Kesejahteraan masyarakat sudah pasti meningkat. Tidak hanya 37 desa melainkan ratusan desa dapat memanfaatkan sumber daya waduk ini untuk kebutuhan mereka di berbagai sektor.



Waduk Kedungombo berlokasi pada pertemuan tiga kabupaten yakni Boyolali, Sragen dan Grobogan. Luas areal seluruhnya 5.898 hektar dengan genangan 46 km2 dan volume air sebesar 731.000.000 m2. Panjang bendungan utamanya 1,6 Km, lebar bagian atas dan bawah masing-masing 12 meter dan 362 meter. Tinggi elevasi puncak 96 meter dan tinggi di atas pondasi terendah 66 meter. Badan bendung terdiri dari urugan batu, elay dan tanah khusus dari Juangi yang kedap air, seluruhnya berjumlah 7.000.000 m2. Awalnya dibangun khusus untuk mengendalikan banjir daerah serang bawah, yaitu Welahan Bum, Kedung Semat, Lembah Juana dan Glapan Sedadi yang disebabkan oleh air sungai Serang. Akan tetapi dengan berfungsinya Kedungombo, sekarang airnya dapat mengiri sawah sekitar 60.000 hektar. Di samping itu, air waduk digunakan juga sebagai pembangkit listrik (PLTA) dan sumber air minum yang dikelola PDAM.



Sebagai obyek wisata, kawasan ini menawarkan sejuta pesona keindahan alamnya yang khas. Ketika masih dalam perjalanan dari Boyolali menuju obyek lain, kita sudah terhanyut dalam kesejukan alami, kesejukan alam lingkungan tempo dulu yang didambakan segenap manusia masa kini terutama masyarakat kota yang selalu dihantui ketegangan, kejenuhan, kebosanan oleh beban dan rutinitas kehidupan kota. Kendatipun jarak yang ditempuh dari Boyolali ke Kedungombo cukup jauh yakni sekitar 40 Km, namun suasana terik matahari yang menyengat tidak terasa. Sepanjang perjalanan, di kanan kiri jalan ada hutan jati dan sedikit mahoni yang selalu siap memberi keteduhan dan memancarkan oksigen (O2) segar.



Begitu memasuki kawasan wisata utama, para wisatawan akan merasa seolah dibawa kepada alam kehidupan lain. Dari pintu gerbang memandang ke timur tampak hutan wisata dengan latar belakang air Waduk Kedung Ombo. Perpaduan antara nuansa alami dengan panorama buatan hasil kreasi manusia sangat menakjubkan. Di sinilah misteri kebesaran dan kemahakuasaan Tuhan Sang Pecipta Alam Semesta sungguh terjelma dan tampak nyata untuk mengisi "kehausan jiwa" para wisatawan. Suatu pemandangan unik bagaikan langit dan bumi bertemu menyatu dalam satu pesona yang tersalur-terwujud melalui akal budi manusia.



Wana wisata Kedungombo yang merupakan primadona di kawasan ini begitu menawan. Obyek yang terletak di Desa Ngeboran Kecamatan Kemusu ini barangkali dibuka dengan harapan agar wisatawan yang datang untuk menyaksikan dari dekat Waduk Kedungombo merasa aman, nayaman dan betah. Pepohonan jati dan mahoni yang tertata rapi menawarkan suatu kenikmatan tersendiri. Dan sebagai daya tarik bagi wisatawan, di dalam hutan wisata tersebut dilengkapi dengan tempat duduk dan tempat peristirahatan, tempat informasi, sarana bermain, pemancingan, gardu pemandangan atau shelter, sarana air bersih, dan MCK (Mandi, Cuci, Kakus). Tempat parkir kendaraan bermotor roda dua dan roda empat persis di tepi waduk atau di depan tempat peristirahatan. Satu hal yang menarik juga bahwa di dalam lokasi wana wisata disediakan tempat khusus untuk wisatawan yang hendak berkemah.

kembali keatas

PEMANDIAN UMBUL PENGGING

Dari Boyolali menyusuri jalan raja Semarang - Surakarta ke arah timur sampailah kita di Bayudono. Tepatnya pada satu jalan beraspal ke kanan (selatan), bergerak mengikuti arah menuju ke Klaten kita akan tiba di desa Dukuh. Di desa inilah pada bagian kiri jalan terlihat sebuah pemandian yang unik, pemandian Umbul Pengging namanya. Jika diukur dari Boyolali, jaraknya 12 Km. Atau ditempuh dari Kota Surakarta berjarak 17 Km ke barat. Konon, menurut ceritera tempat ini pada jaman dahulu digunakan sebagai pemandian bagi raja-raja dari Kasunana Surakarta beserta keluarganya. Maka di tempat ini pula dilengkapi tempat peristirahatan yang dibangun persis di tepi kolam pemandian. Akan tetapi, pada masa sekarang seiring dengan bergulirnya waktu serta dikuranginya peranan keraton terhadap aspek kehidupan masyarakat umumnya, maka tempat ini tidak lagi menjadi milik raja melainkan untuk umum. Hak pengelolaannya juga beralih ketangan Pemerintah Kabupaten Boyolali.



Kini di hari-hari libur pemandian ini banyak dikunjungi para wisatawan. Pada hari Padusan menjelang bulan puasa yaitu pada tanggal 29 dan 30 Ruwah, wisatawan yang berkunjung ke sini mencapai puluhan ribu. Padusan berasal dari kata "adus" yang berarti mandi adalah sebuah upacara tradisional penduduk daerah Surakarta dan sekitarnya. Upacara ini sudah menjadi acara rutin setiap tahun karena diyakini bahwa mandi di tempat tersebut orang menjadi suci dirinya sehingga ketika melakukan ibadah puasa tidak ada lagi hambatan dan beban. Suasana puasa akan terasa aman, tentram dan bersih dari segala perbuatan atau tindakan yang bertentangan dengan suara hati dan kepercayaannya.



Dengan demikian upacara ini cukup banyak mendapat perhatian yang besar tidak hanya dari Boyolali melainkan juga dari Kartasura, Surakarta, Karanganyar, Klaten, Sukoharjo, Yogyakarta dan daerah-daerah lain. Obyek wisata Pemandian Umbul Pengging memberi nuansa tersendiri bagi setiap orang yang berkunjung. Ketika menginjakkan kaki di pintu gerbang, suasana kesejukan alami segera terasa. Ada sebuah pohon besar persisi berada di depan pintu masuk. Pohon dengan daun-daunnya yang lebat itu menaungi sepenuh halaman masuk ke obyek yang sesungguhnya. dan begitu memasuki areal satu ini perasaan senang, gembira dan haru bercampur menyatu menjadi suatu kenikmatan yang tiada duanya. Hal ini didukung oleh tersedianya berbagai fasilitas yang ada didalamnya. Wisatawan yang ingin mandi atau berenang telah disediakan tiga buah kolam pemandian dengan air yang alami. Wisatawan yang ingin memancing bisa memanfaatkan dua buah kolam ikan sebagai arena pemancingan umum. Di sini pula ada lapangan tenis yang memiliki dua baan; tempat rekreasi untuk bermain anak-anak; tempat parkir kendaraan bermotor roda dua dan empat; tempat penitipan sepeda dan beberapa buah warung makan yang menyediakan masakan khas setempat seperti pecel lele dan welut goreng, serta panggung kesenian terbuka. Tiga kolam pemandian yang berada di dalam areal wisata ini adalah:

*

Umbul Penganten, menurut sejarah, pada jaman dahulu di pemandian ini terdapat dua buah umbul (sumber air alami). Suatu saat terjadi kunjungan Sri Paduka Susuhunan Paku Buwono X. Begitu melihat ada dua umbul yang letaknya sangat berdekatan, beliau bersabda sehingga kedua umbul tadi terpatri menyatu. Bersatulah kedua umbul ini kemudian diibaratkan sepasang mempelai yang hidup rukun menjadi satu. Akhirnya umbul tersebut diberi nama Umbul Penganten.
*

Umbul Ngabean, kolam ini pada jaman Sri Paduka Susuhunan Pakubuwana ke X khusus hanya dipergunakan untuk mandi keluarga. Raja Kasunanan Surakarta. Nama Ngabean sebetulnya berasal dari kata Ngabehi, pangkat penjaga kolam waktu lalu. Umbul Ngabean juga berpagar tembok berbentuk bulat dengan garis tengah sepanjang 26 meter, kedalaman 1,50 meter. Dilengkapi dengan aula, panggung, ruang ganti pakaian, toilet dan kamar mandi.
*

Umbul Duda, Kisah munculnya kata "duda" berawal dari ditemukannya seekor kura-kura (bulus dalam bahasa Jawa) berjenis kelamin jantan. Oleh karena tidak ada kura-kura yang lain baik sesama jantan maupun betina maka tempat di mana ia hidup diberi nama Umbul Duda.

kembali keatas

PEMANDIAN UMBUL TLATAR

Pemandian Umbul Tlatar merupakan pemandian alam yang terletak di desa kebondimo Kecamatan Boyolali Kota atau 5 Km sebelah utara Kota Boyolali. Pemandian ini pada jaman dahulu pernah dikunjungi Sri Paduka Susuhunan Pakubuwono X dari Surakarta. Sebagai tandanya, raja Surakarta itu menanam sebuah asam di dalam kolam pemandian yang hingga kini masih ada. Berkunjung ke kawasan obyek wisata ini terasa nikmat. Selain mandi, para wisatawan dapat memanfaatkan waktu senggangnya untuk mempelajari seluk belum pemeliharaan ikan. Dan bagi mereka yang ingin membeli ikan tempat ini telah menyediakan ikan bibit dan ikan konsumsi untuk dibawa pulang ke rumah sebagai oleh-oleh. Air yang mengisi dua buah kolam pemandian bersumberkan air alami. Begitu juga kebutuhan air untuk kolam ikan dan minuman ternak berasal dari sumber yangs ama dengan kolam pemandian. Karena debit airnya yang besar, sumber air ini dimanfaatkan oloeh PDAM Boyolali untuk kehidupan masyarakatnya. Terutama untuk kebutuhan air minum, memasak, mencuci dan berbagai kebutuhan lain. Menurut rencana, di obyek wisata ini akan dibangun lagi kolam renang, dan akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang lain sebagai daya tarik bagi wisatawan seperti lapangan tenis.

| Home | Tentang Kami | Site MAP | Bantuan | Kontak Kami | Buku Tamu |

Copyright © 2006 By Bakorlin II