Minggu, 16 Desember 2007

BATAM ISLAND

Batam adalah kota Industri, Pariwisata dan Perdagangan
Beranda

Kota Batam adalah salah satu dari 2 kota yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, yang terdiri dari 4 Kabupaten dan 2 Kota yaitu Kota Batam, Kota Tanjung Pinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga dan Kabupaten Natuna. Pusat ibukota Provinsi adalah Tanjung Pinang yang menempuh 1 jam perjalanan naik kapal ferry atau speed.

Pulau Batam kalau di gabung dengan Pulau Rempang dan galang lebih luas dari negara Singapura, sebelum adanya jembatan Barelang, Singapura lebih besar. Dengan letaknya yang strategis dimana Singapura bisa di lihat seperti kita melihat gunung bungsu dari pasar Payakumbuh telah menjadikan Batam menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional tidak salah lebih 50 Milyard / bulan orang Batam perantauan mengirimkan uang ke kampung halamannya masing-masing. Infrastruktur sangat lengkap dibanding kota lainnya di Indonesia, untuk perawisata Batam hanya kalah oleh Bali dan Jakarta. Wajar kalau Batam dijadikan kota Konfrensi baik nasional maupun internasional, status ini di formilkan dengan istilah Batam MICE.

Kota Industri. terdapat 25 Kawasan Industri dengan tingkat pemakaian diatas 70 % yang menampung hampir 700 perusahaan penanaman modal asing (PMA). Untuk industri galangan kapal mulai pembuatan sampai industri pendukungnya terdapat 58 perusahaan, semuanya menyerap lebih dari 200 ribu tenaga kerja yang rata-rata berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Kota Priwisata, Efek ekonomi yang di timbulkan oleh banyaknya perusahaan yang ada di Batam sangat besar, hampir 50 Hotel Berbintang dan Melati dengan tingkat hunian melebihi 60 persen, ini didukung oleh infrastruktur dasar seperti Bandara Hang Nadim dengan standard Internasional, 8 pelabuhan domestik dan internasional dan pelabuhan kargo.

Kota Perdagangan . Ribuan usaha kecil menengah terdapat di Batam, semuanya tidak mengenal batas negara dan provinsi.

Data Tempat main Golf
1
Tering Bay Golf & Country Club Jl. Hang Lekiu, Nongsa Telp. 0778 761 818, Fax. 0778 761 801
2
Palm Spring Golf & Beach Resort Jl. Hang Lekiu, Nongsa Telp. 0778 761 222, Fax. 0778 761 228
3
Indah Pury Golf & Resort Jl. Ir. Sutami Sekupang, Batam Lestari, Sekupang Telp. 0778 323 702, Fax. 0778 310 418
4
Paradise Bay Golf & Resort Telp. 0778 391 901/2, Fax. 0778 391 904 Jl. Diponegoro Sei Panjang
5
Southlinks Golf & Country Club Jl. Gajah Mada, Sei Ladi, Sekupang Telp. 0778 324 168, Fax. 0778 323 849
6
Tamarin Santana Jl. Nongsa Point Marina 97 B Telp. 0778 761 235, Fax. 0778 761 250
7
Kongkow Driving Range Jl. Sudirman, depan Sentral Sukajadi

Data Hotel
No Nama Alamat / Kontak

1 Harmoni Hotel : Jl. Imam Bonjol Blok B/1. Batam Telp. 0778 459 306, Fax. 0778 459 308
2 Planet Holiday : Jl. Raja Ali Haji, Jodoh. Batam, Telp. 0778 433 555, Fax. 0778 433 777
3 Batam View Beach Resort : Jl. Hang Lekir, Nongsa. Batam Telp. 0778 761 333, Fax. 0778 761 747
4 Nongsa Point Marina : Jl. Hang Lekir, Nongsa. Batam, Telp. 0778 761 060, Fax. 0778 761 278
5 Tury Beach Resort : Jl. Hang Lekir, Nongsa. Batam Telp. 0778 761 435
6 Pura Jaya Beach Resort : Jl. Hang Lekir, Nongsa. Batam Telp. 0778 761 946, Fax. 0778 761 946
7 Holiday In Resort : Waterfront City, Sekyupang Batam, Telp. 0778 381 333, Fax. 0778 381 332
8 Panorama Regency : Sei. Jodoh, Batam Telp. 0778452 888, Fax. 0778452 555
9 Novotel Hotel : Jl. Duyung, Sei. Jodoh, Batam Telp. 0778 425 554, Fax. 0778 426 505
10 Good Way Hotel : Jl. Imam Bonjol No.1, Nagoya Batam Telp. 0778 426 888, Fax. 0778 458 057
11 Harris Resort : Marina Waterfront City, Sekupang Batam Telp. 0778 381 888, Fax. 0778 381 142
12 Puri Garden Hotel : Jl. Teuku Umar, Nagoya Batam Telp. 0778 426 888, Fax. 0778 458 750
13 Vista Hotel : Komplek Top View Garden Blok B/1 No.1 Telp. 0778 431 888, Fax. 0778 331 877
14 Nagoya Plaza Hotel : Jl. Imam Bonjol, Nagoya Batam Telp. 0771 458 888, Fax. 0778 456 333
15 Seruni Hotel : Koplek Seraya Telp. 0778 458 333, Fax. 0778 426 750
16 PIH Hotel Asrama Haji Batam Center
17 Hotel 89 : Jl. Pembangunan Blok IV, Baloi Batam Telp. 0778 433 789, Fax. 0778 456 070
18 Island View Hotel : Jl. Prambana No.1 Sei Jodoh, Batam Telp. 0778 430 500, Fax. 0778 431 500
19 Sentosa Hotel : Jl. Raja Alli Haji, Batam Telp. 0778 452 345, Fax. 0778 452 330
20 Island Garden Hotel : Jl. Pembangunan, Komplek Villa Idaman Telp. 0778 457 500, Fax. 0778 457 300
21 Golden Virgo Hotel : Jl. Tengku Umar No.1, Kampung Seraya Telp. 0778 427 088, Fax. 0778 423 100
22 Kolekta Hotel : Komplek Reden Fatah Blok.III Telp. 0778 451 333, Fax. 0778 421 404
23 Ozon Hotel : Komplek Penuin Centre Blok.H, No.1 Telp. 0778 428 888, Fax. 0778 454 290
24 Pelita Hotel : Jl. Sriwijaya No.23 Pelita Batam Telp. 0778 425 333, Fax. 0778 452 988
25 Holiday Hotel : Jl. Imam Bonjol, Blok/B No.1 Telp. 0778 458 627, Fax. 0778 457 431
26 Formosa Hotel : Komplek City Plasa Nagoya Telp. 0778 426 789, Fax. 0778 426 722
27 Sahid Rasinta Hotel : Bukit Mas Housing, Lubuk Baja, Batam Telp. 0778 455 888
28 Pelangi Hotel : Jl. Raja Ali Haji, Komplek Tanjung Pantun Blok/JJ. Kota Batam Telp. 0778 451 555, Fax. 0778 455 122
29 Hotel Grand Majesty Jodoh Depan BCA
30 Ramayana Hotel : Komplek Batama, Blok/F No.1, Batam Telp. 0778 456 888, Fax. 0778 457 746
31 Royal Eastern Hotel : Jl. Raden Fatah Telp. 0778 452 777, Fax. 0778 453 474
32 Sari Jaya Hotel : Komplek Bumi Indah Batam Telp. 0778 451 338, Fax. 0778 451 342
33 Accacia Hotel : Jl. Ir. Sutami, Sekupang Telp. 0778 322 482, Fax. 0778 322 111
34 Singa Hotel : Jl. Sri Wijaya, Batam Telp. 0778 451 919, Fax. 0778 457 471
35 Horizona Hotel : Jl. S.A. Rahman Nagoya Telp. 0778 457 111, Fax. 0778 457 123
36 Gita Wisata Hotel : Jl. Gunung Bromo, Batam Telp. 0778 458 105, Fax. 0778 457 762
37 Sijori Resort : Sekupang, Telp. 0778 323 388, Fax. 0778 322 864
38 Libra Hotel : Jl. Raden Fatah, Batam Telp. 0778 453 800, Fax. 0778 431 689
39 Asean Hotel : Komplek Tanjung Pantun, Blok D7 No.15 Telp. 0778 430 888, Fax. 0778 429 418 Telp. 0776 21113

Tempat Wisata

Sebagian besar orang Batam kalau berlibur adalah jalan-jalan ke Barelang, disana terdapat tempat wisata Bersejarah Kamp Vietnam, dan pantai Melur

Koran Batam
www.batampos.co.id
www.tribun-batam.com
www.posmetro.com

6 Jembatan yang menghubungkan pulau Rempang dan Galang juga dijadikan tempat wisata karna memiliki pemandangan yang menakjudkan.

www.limapuluhkota.go.id
www.payakumbuhkota.go.id
www.batam.go.id
www.pemko-batam.go.id


Tempat libur lainnya

Marina

Pantai Nongsa


Batam memiliki hampir 10 Mall




Untuk pergi ke Singapura warga Batam bisa melakukannya sampai 10 kali dalam sehari, selain jadwal keberangkatan kapal yang ada tiap 1/2 jam juga banyak pilihan pelabuhan internasional dan jangan lupa jaraknya sangat dekat.

Cukup dengan uang kurang dari Rp. 100.000,- udah bisa buat tiket pp dan jangan lupa bawa paspor























Webmaster ekakodyaputera (gonjonglimo@gonjonglimo.com ekakodya@yahoo.ca)

Selasa, 11 Desember 2007

Holiday.iInfo of Karimun Jawa

Menikmati Indahnya Karimun Jawa Cetak E-mail
Jika ingin melihat Spongebob dan kawan-kawan ditempat asalnya, bukan di TV, maka Kepulauan Karimun Jawa adalah tempat yang tepat. Terletak di Utara kota Semarang, kepulauan ini terdiri dari 27 pulau pulau kecil dengan hamparan pasir putih dan terumbu karangnya. Seakan menjadi tempat belajar dan bermain yang luas bagi anak anak untuk mencintai laut dan keindahan didalamnya.

Sebenarnya kami merencanakan untuk menghabiskan libur lebaran di Jakarta saja menikmati sepinya jalan-jalan ibukota, tapi Peter dan keluarga mengajak pergi bersama ke Jawa menghabiskan waktu libur seminggu.

Kebetulan kedua anak kami sebaya dan saya pun sudah lama ingin ke Karimun tapi selalu terbentur dengan jadwal kapal. Maka disusunlah liburan seminggu ke Karimun Jawa.

Bersamaan dengan arus mudik kami pun berangkat dari Cibubur ke Semarang menggunakan dua buah mobil. Ternyata perjalanan sangat lancar diluar dugaan kami, sampai Cirebon barulah mulai terasa kemacetan.

Jarak Jakarta-Semarang kami tempuh dalam waktu 14 jam. Kami meneruskan perjalanan dengan menggunakan kapal cepat Kartini dari pelabuhan Tanjung Mas. Mobil kami dibawa ke Jepara karena direncanakan dari Karimun kami bukan kembali ke Semarang melainkan ke Jepara.

Perjalanan 3 jam dilaut dari Semarang akhirnya selesai ketika terlihat pulau Karimun Jawa, seperti masuk ke dunia yang sangat berbeda. Terlihat barisan pohon kelapa dipantai dan hijaunya rimbunan pohon sampai ke bukit ditengah pulau.

Menengok ke bawah kami melihat birunya air yang jernih dan terlihat ikan-ikan melintas. Luar biasa, hilang semua penat selama diperjalanan, anak-anak langsung berteriak gembira sambil menunjuk nunjuk ikan yang melintas.Sesuai rencana, hari pertama kami menginap di darat dulu bukan di Wisma Apung.

Blue Laguna ternyata hotel yang cukup bersih, murah dan nyaman dengan tempat makan yang terbuka. Jadi kami bisa makan sambil melihat pemandangan laut, kapal-kapal nelayan yang ditambat dan pulau Menjangan di seberang, sambil menikmati semilir angin pantai. Anak-anak sibuk bermain pasir putih yang terdapat diantara tempat makan dan laut.

Kenalan kami yang pertama dipulau adalah Chris, anak pemilik hotel. Sepintas kami menyangka dia salah satu tamu. Ternyata dia anak pemilik hotel yang tinggalnya di Jepara dan sedang berlibur di Karimun namun belum bisa pulang menunggu kapal ke Jepara.

Kami pun diajak berjalan melihat pulau dan pantai dekat dermaga lama yang cocok untuk berenang sambil melihat sunset. Terlihat ada yang bermain bola dilapangan dekat dermaga, kami juga melihat ada beberapa toko cindera mata.

Pulau Karimun dan beberapa pulau lain seperti pulau Nyamuk, Parang, Genting dan Kemujan adalah pulau berpenduduk, sedangkan sisanya adalah pulau tidak berpenduduk.

Malamnya kami habiskan dihotel sambil menemani anak-anak bermain pasir.Kami mengobrol di kursi malas dengan mata menatap bintang-bintang di langit, berharap ada terlihat bintang jatuh

Hari kedua dimulai dengan melihat terumbu karang menggunakan perahu kaca, sebelumnya kami mampir ke Wisma Apung melihat kolam penangkaran hiu dan penyu. Pak Joko, pemilik wisma, mengambil salah satu penyu dan membawanya untuk nanti dilepaskan.

Setelah puas melihat terumbu karang warna warni, kami mendarat dipulau menjangan kecil dan menuju pantai yang landai untuk melepas penyu. Acara pelepasan lebih mirip ajang foto bersama. Si penyu yg sudah tidak sabar ingin kelaut ditahan dan diajak foto bersama layaknya selebriti saja.

Kemudian supaya puas berenang dan snorkeling, kami ditinggal di pulau Menjangan Kecil, anak anak puas berenang, mengejar ikan ikan kecil dan mencari rumah kerang yang bagus-bagus, setelah istirahat makan siang baru kami dijemput lagi.

Kami tidak langsung pulang ke hotel tapi ikut mengantar dua orang yang berencana kemah 5 hari di Tanjung Gelam. Tanjung Gelam adalah bagian pulau Karimun, tapi lebih mudah dicapai lewat laut daripada lewat darat.

Ketika menurunkan dua petualang tersebut (seorang mahasiswa Jerman dan seorang mahasiswa lokal) kami pun berenang lagi karena tidak tahan melihat air dan ikan-ikan di Tanjung Gelam, sampai sore baru kembali dan pindah menginap di wisma Apung.

Wisma Apung !!! Ini baru 100% laut. Tidur, makan, mandi, karaoke, semua diatas laut. Berjarak 300 meter dari pulau karimun kami betul-betul menikmati laut. Makan malam pun diantar oleh perahu dari pulau Karimun.

Dari sana kita bisa langsung mengamati terumbu karang dan ikan yang ada dibawahnya. Malamnya saya coba mancing, tapi memang bukan pemancing pro, hanya dapat seekor berukuran sedang tapi itu sudah membuat anak-anak heboh.

Dilorong dan lantai sering terlihat kepiting-kepiting kecil, tapi kalau hendak ditangkap lari menyelinap ke bawah lantai kayu. Anak anak menemukan banyak obyek untuk dipelajari.

Esoknya kami rencanakan ke pulau Bengkoang menggunakan kapal Tom dan Dick, dua warga negara Australia yang kami kenal ketika minum sore di hotel Blue Laguna. Tom adalah pengelola resort Nirwana Laut.

Mereka mengajak kami dua keluarga serta Chris ikut kegiatan mereka hari ini. Jam 8 pagi kami berkumpul di dermaga lama. Sayangnya Chris terlambat datang, padahal dia yg wanti-wanti kalau janji sama bule harus tepat waktu. Akhirnya Chris kami tinggal, belakangan kami baru tahu dia terlambat karena kesulitan mencari minuman kaleng, maklum hari itu hari libur lebaran warung banyak yang tutup.

Ternyata di dekat pulau Bengkoang telah menunggu sebuah kapal layar indah milik teman mereka. Kapalpun merapat dan kami berkenalan dengan Frank dan Helmut dua warga negara Jerman yang sudah sehari sebelumnya buang jangkar disitu. Tom dan Dick langsung bergabung ngobrol dan minum bir bersama.

Sedangkan kami, tentu saja lebih memilih snorkeling dan berenang. Para awak kapal menyelam menembak ikan dengan alat tradisionil, lumayan dapat 10-12 ikan kerapu dan tongkol untuk makan siang.

Pulau Bengkoang dikelilingi karang yang cukup dangkal sehingga kapal tidak dapat masuk lebih jauh kepulau. Beruntung Frank meminjamkan sekoci perahu karetnya. Para istri dan anak perempuan yang mendarat ke pulau sedangkan saya, Peter dan anak laki laki langsung turun diantara karang dangkal dan laut dalam untuk snorkeling. Hari itu snorkeling jauh lebih menyenangkan dari sebelumnya.

Kevin yang baru duduk dikelas 6 SD dan Mark kelas 5 SD dengan bersemangat mengikuti kami, antusias mereka mengalahkan rasa takutnya. Hanya Ivan (kelas 2 SD) yang kurang nyaman menggunakan life jacket memilih bergabung dipulau. Dengan peralatan snorkeling yang terawat baik kami bisa mengamati terumbu karang dan ikan dengan seksama hingga kedalaman 7 meter.

Kadang kami menerobos celah dinding karang di kanan kiri seperti layaknya berenang di kanal sempit membuat kami merinding, apalagi jika sedang asyiknya memperhatikan Spongebob dan kawan kawan di air yang hangat tiba tiba ada arus air dingin dari laut dalam yang mengalir... mak seer membuat kami segera menepi lagi ke karang yang dangkal. Pengalaman hari itu saya yakin tak akan terlupakan oleh anak-anak kami.

Hari keempat direncanakan ke Kura-kura resort di pulau Menyawakan dan pulangnya mampir ke pulau cemara. Tapi kami kurang tertarik dengan water sport activity di sana dan memilih hanya ke pulau Cemara saja.

Pulau Cemara sama indahnya dengan Menjangan, ditemani oleh pembawa perahu kami snorkeling lagi sepanjang hari sampai kulit menjadi gelap. Secara tidak disengaja Kevin menginjak tripang yang bentuknya mirip kotoran manusia, tripang itu langsung mengkerut dan coba bergeser, tapi tentu saja dengan mudah ditangkap dan menjadi koleksi cindera mata melengkapi beberapa bintang laut warna biru dan binatang lain yang kami temukan sebelumnya.

Dapat dibayangkan jika ingin melihat semua keindahan gugusan kepulauan karimun jawa yang terdiri 27 pulau tentu waktu seminggu tidak akan cukup.

Rencananya kami akan pulang dengan menggunakan perahu kayu ke Jepara tapi mengingat ombak yg tinggi dan lama perjalanan bisa 6-7 jam menggunakan kapal kayu, kamipun lebih memilih menunda pulang sampai ada kapal cepat Kartini dan itu masih dua hari lagi.

Tom menawari kami menempati Nirwana Laut dgn harga sama dengan hotel kami yg lain. Kamipun menerima tawaran tersebut. Nirwana laut jauh lebih mewah dan lengkap dengan pemandangan lautnya luar biasa. Jika sebelumnya kami harus berperahu dulu baru snorkeling, disini kami tinggal lari kepantai dan langsung bersnorkeling sampai puas.

Saya melihat Nemo sekeluarga (4 ekor clown fish) diantara anemon dan banyak lagi ikan hias yang indah. Jadilah kami menghabiskan hari menunggu kapal dengan menikmati pantai di Nirwana Laut, pagi jalan jalan, sore snorkeling, malam bakar ikan dan minum kelapa muda.

O ya, satu hal yang belum saya utarakan adalah wisata daratnya karena saya tidak ikut. Hanya para istri dan Kevin ditemani Chris menggunakan dua motor mereka melakukan perjalanan darat hingga keujung utara pulau melewati lapangan terbang Dewandaru. Disana mereka melihat banyak pemandangan menarik dan bertemu penduduk yang ramah, bahkan pulangnya mereka diberi kelapa dan mangga.

Liburan kali ini sungguh menyenangkan, tambah pengalaman, tambah kenalan, tambah pengetahuan.

Penulis : NK Budidarman

Add as favourites (5) | Quote this article on your site | Views: 235 | Cetak | E-mail

Be first to comment this article

RSS comments

Taman Nasional Laut

Taman Nasional Laut Kepulauan Karimun Jawa. Print E-mail
Kontributor : Aris
Monday 16 May 2005

ImageDimana Taman Nasional Laut Kepulauan Karimun Jawa ?


Di Utara pulau jawa, tempat nya masuk dalam wilayah Kabupaten Jepara – Jawa tengah, dan berada pada posisi 5' 40" - 5' 57" LS dan 110' 4" - 110' 40" BT, Barat laut Kota Kab. Jepara. Berjarak sekitar 45 mil atau sekitar 74 km dari pelabuhan kartini – jepara, Jawa tengah. Temperatur udaranya berkisar antara 23° - 32° C. Waktu yang tepat untuk mengunjungi pulau indah ini adalah dari bulan April s/d Oktober, yaitu pada musim kemarau. Karena pada musim hujan yang terjadi antara bulan Nopember s/d Maret atau musim Barat, seringkali ditemi angin yang cukup kencang dan gelombang yang besar.

Ditetapkan sebagai Taman Nasional Laut sejak tahun 1988, dengan luas wilayahnya yang berupa daratan 7.033 ha dan 104.592 ha perairan laut sehingga total luas keseluruhan Taman Nasional Laut kepulauan karimun jawa mencapai 111.625 ha.. Luas wilayah yang berupa daratan terbagi dalam 27 pulau, dan hanya 5 pulau yang dihuni manusia. Kelim apulau tersebut adalah P. Karimunjawa, P. Kemujan, P. Parang, P. Nyamuk dan P. Genting. Sebagian besar penduduk pulau-pulau ini berasal dari pulau jawa, dan pada umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Image

Sebagai taman nasional laut, tentu kawasan yg di kelola oleh Balai Taman Nasioanal KarimunJjawa tentu tidak akan lepas dari kehidupan laut. Mulai dari perlindungan terumbu karang sampai ke perlindungan biota flora dan fauna dan ekosistem laut yang mempunyai ciri khas tersendiri. Salah satu contoh flora yang dilindungi di taman nasional ini adalah pohon Dewadaru yang katanya di percaya mempunyai nilai sejarah oleh masyarakat di kepulauan karimun jawa. Image

Karena keunikan dan keindahannya serta potensi alamnya yang masih alami, kawasan yang letaknya berada pada lintasan bahari antara Indonesia bagian timur dan barat, kawasan Karimun jawa layak menjadi tempat kunjungan terbaik untuk wisata alam laut.
Pengelolaan taman nasional laut Karimun Jawa meliputi hal berikut:
• Tempat perlindungan dan pelestarian sumber daya alam laut dan tata lingkungannya
• Tempat kegiatan penelitian yang berhubungan dengan konservasi jenis flora dan fauna laut.
• Meningkatkan pemanfaatan untuk kepentingan pendidikan dalam bidang konservasi alam dan kegiatan pariwisata. Image

Untuk info detail tentang keberadaan taman nasional laut karimun jawa, anda bisa berkunjung ke Kantor Balai Taman Nasional Laut Karimun :

Alamat : Jl. Menteri Supeno I/2 Lantai IV
Kotak Pos 50243 Semarang
Semarang, Jawa Tengah
Telp. 024) 414750 - Fax. (024) 319328

Akses dan Transportasi :
Transportasi Darat

Trayek Angkutan lama perjalanan biaya
Jakarta – Jepara Bis AC ± 10 jam ±Rp 85.000
Jepara – pelabuhan Kartini angkutan umum ± ½ jam ± Rp.1.500

Bus yang melayani jurusan ke jepara adalah: Muji Jaya, Senja Furindo, Nusantara, Gajah Asri Raya. Dengan keberangkatan dari terminal Rawamangun, Lebak Bulus, Tangerang, dan Pulo Gadung. Waktu keberangkatan adalah sore hari dan pagi hari. Yang melayani keberangkatan pagi hari hanya dari terminal Pulogadung

Transportasi laut :
Untuk mencapai lokasi taman nasional laut karimun jawa, dari pulau jawa umumnya menggunakan jalur laut, walaupun sudah tersedia Lapangan Udara Dewa Daru.
1. Dengan kapal ASDP KMP Muria lama perjalanan sekitar 6-7 jam dari Pelabuhan Kartini Tariff ekonomi Rp. 18.000 dan VIP Rp. 28.000
Jepara - Karimun Jawa : Rabu dan Sabtu ETA 09.00 ETD15.00
Karimun Jawa - Jepara : Senin dan Kamis ETA 09.00- ETD 15.00

2. Dengan Kapal Cepat Kartini 1 lama perjalanan sekitar 3,5 jam

Kartini I

Kapal Motor Cepat (KMC) Kartini 1 Schedule :

Route
Sun Tu Wed Thu Fri Sat Mon
SRG - KRI




09.00
KRI - SRG





14.00
SRG - JPR 07.00





JPR - SRG



14.00

JPR - KRI
10.00
Sep:12&26
Okt:10&24
Nop:2&21
Des:5&19






KRI - JPR
11.00
Sep:13&27
Okt:11&25
Nop:3&22
Des:6&20





Ticket Tariff : (update : 29 August 2005)
Route Class Tariff
SRG - KRI (3,5 hours) Business
- Dewasa/Adult
- Anak/Child (1 s/d 12 tahun)
- Bayi/Baby (0 s/d 12 bulan)
Rp. 80.000
Rp. 56.000
Rp. 16.000
Executive
- Dewasa/Adult
- Anak/Child (1 s/d 12 tahun)
- Bayi/Baby (0 s/d 12 bulan)
Rp. 95.000
Rp. 70.000
Rp. 20.000
SRG - JPR (1,5 hours) Business
- Dewasa/Adult
- Anak (1 s/d 12 tahun)
- Bayi/Baby (0 s/d 12 bulan)
Rp. 35.000
Rp. 25.000
Rp. 10.000
Executive
- Dewasa/Adult
- Anak/Child (1 s/d 12 tahun)
- Bayi/Baby (0 s/d 12 bulan)
Rp. 55.000
Rp. 40.000
Rp. 10.000
JPR - KRI (2,5 hours) Business
- Dewasa/Adult
- Anak/Child (1 s/d 12 tahun)
- Bayi/Baby (0 s/d 12 bulan)
Rp. 60.000
Rp. 42.000
Rp. 12.000
Executive
- Dewasa/Adult
- Anak/Child (1 s/d 12 tahun)
- Bayi/Baby (0 s/d 12 bulan)
Rp. 80.000
Rp. 56.000
Rp. 16.000

Note : SRG : Semarang KRI : Karimunjawa JPR : Jepara

sumber : http://central-java-tourism.com/

3. Dengan Perahu Motor Angkutan Nelayan setiap hari ada perahu motor yg biasanya membawa berbagai macam kebutuhan pokok untuk penduduk kepulauan karimun. Setiap hari ada perahu motor yg berangkat ke karimun dari pelabuhan kartini umumnya sebelum jam 07.00 pagi dan tiba di karimun sekitar jam 01.00, tidak ada tariff resmi tapi biasanya berkisar antara Rp. 14.000 – Rp. 24.000.

Transportasi darat di pulau karimun dan kemojan untuk keliling pulau, hanya ada sepeda motor, walaupun jalannya sudah di aspal, jarang di jumpai kendaraan roda empat. Biaya sewa sepeda motor umumnya berkisar Rp. 30.000 – Rp. 35.000 / hari.

Transportasi laut, di kepulauan ini kita bisa menyewa perahu untuk berpetualang keliling beberapa pulau seperti pulau Menjangan Besar, Menjangan Kecil, Kumbang, Kembar, Karang Katang, Karang Besi dan sebagian P. Parang, Ujung Gelam, Karimunjawa dan Kemujan. Harga sewa perahu tergantung kepada besarnya ukuran perahu motor yg akan di gunakan. Tariff sewa perhari berkisar antara Rp. 150.000 – Rp. 300.000 / hari.

Perijinan :
Untuk perijinan, tidak ada jalur khusus kecuali membayar tiket masuk pelabuhan kartini. Namun bila anda punya tujuan untuk melakukan penelitian dan melakukan explorasi di kawasan Taman nasional, diharuskan terlebih dahulu mengurus perijinannya ke kantor Balai Taman Nasional.

Akomodasi :
Di pulau karimun jawa terdapat banyak akomodasi dan homestay yg bisa digunakan, termasuk akomodasi yg di kelola oleh pemerintah daerah. Tariff penginapan berkisar andara Rp. 25.000 – Rp. 50.000 untuk Home stay. Dan berkisar antara Rp. 65.000 – Rp. 150.000 untuk hotel atau cottage.


Tempat menarik :
Kawasan taman Nasional Laut karimun menawarkan keindahan Bawah laut, diantaranya berupa terumbu karang yg masih dalam keadaan baik dan fauna laut yang unik. Keindahan ini dapat anda nikmati melalui kegiatan snorkeling, diving dan tentu saja memancing tak ketinggalan. Tempat bersnorkeling terbaik adalah pulau menjangan kecil, Ujung Gelam dan Krakal dan pulau-pulau lainnya. Image

Untuk anda yang tertarik dengan wisata budaya dan sejarah, ada suatu tempat yg cukup menarik yaitu wisata ziarah ke makam sunan nyamplung di pulau karimun yg berjarak sekitar 7 km dari kota kec. Karimun.
Last Updated ( Tuesday 20 Dec 2005 )

< Prev Next >
[ Back ]
Latest Photos
IMG_9769.jpg
IMG_9769.jpg

IMG_9745.jpg
IMG_9745.jpg

IMG_9739.jpg
IMG_9739.jpg

Advertisement

[Backpacking Trip]

[Indobackpacker Campaign]
[Leave No Trace Principles]


Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Latest News

* Menyimpan kopi paspor secara virtual
* Melihat 4B di Manado dan Makam Imam Bonjol
* Maaf mbak sampeyan salah hotel
* Pelarian ke Marocco
* Mabuhay Manila

Mailinglist

* Re: [indobackpacker] sebrang ketapang-gilimanuk
* [indobackpacker] sebrang ketapang-gilimanuk
* [indobackpacker] Re: draft outline Buku Catatan Perjalanan IBP
* Re: [indobackpacker] Pesawat Palangkaraya - Balikpapan

Tour De Karimun Jawa Island

Keindahan panorama alam seperti terumbu karang, rumput laut, dan padang lamun dengan biota laut yang beraneka ragam, hutan mangrove, gunung dan sisa hutan tropis dataran rendah, semuanya dalam hamparan yang masih alami sehingga menjadikan kepulauan Karimunjawa sebagai Taman Nasional Laut. Kepulauan ini secara administratif merupakan kecamatan dari wilayah kabupaten Jepara, yang berlokasi sekitar 45 mil arah barat laut kota Jepara. Luas wilayah teritorial Karimunjawa adalah 107.225 ha, sebagian besar berupa lautan (100.105 ha), luas daratannya sendiri adalah 7.120 ha. Daerah ini beriklim tropis yang dipengaruhi oleh angin laut yang bertiup sepanjang hari dengan suhu rata-rata 26 s.d. 30 derajat Celcius, dengan suhu minimum 22 derajat Celcius dan suhu maksimum 34 derajat Celcius.

Kekayaan flora dan fauna Karimunjawa membuatnya menjadi begitu mempesona. Daerah ini memiliki beberapa jenis ekosistem flora, yaitu ekosistem terumbu karang, hutan mangrove (padang lamun), hutan pantai, dan hutan dataran rendah. Di sisi lain, fauna pun bervariasi, seperti rusa dan kera ekor panjang maupun fauna akuatik yang terdiri atas 242 jenis ikan hias dan 133 genera akuatik. Selain itu, di lokasi ini terdapat pula jenis fauna langka yang berhabitat di pulau Burung dan pulau Geleang, seperti burung elang laut dada putih serta dua jenis penyu, yaitu penyu sisik dan penyu hijau.

Daya Tarik Wisata

Dengan alamnya yang indah dan relatif masih murni, Karimunjawa menawarkan daya tarik wisata
alam yang indah, yaitu wisata bahari dan wisata petualangan alam. Selain alam yang indah, penduduk Karimunjawa yang multietnis membuat kawasan ini pun menarik untuk disimak erbagai keunikan budaya dan tradisinya. Wisata bahari menawarkan berbagai kegiatan wisata dan olahraga yang berhubungan dengan alam kepulauan Karimunjawa. Beberapa aktifitas wisata dan olahraga yang dapat dilakukan di kawasan ini adalah sebagai berikut.

Menyelam

Kegiatan ini dapat dilakukan di sebelah utara dan barat pulau Karimunjawa, sebelah timur pulau Menjangan Besar, sekitar pulau Menjangan Kecil, sebelah selatan dan barat pulau Geleang, sebelah barat pulau Bengkoang, sebelah barat pulau parang, sebelah timur pulau Kembar, sekitar pulau Katang, sebelah utara dan timur pulau Krakal Kecil, dan sebelah barat pulau Kumbang.

Snorkeling

Aktifitas ini dapat dilakukan di pulau Menjangan Besar dan Menjangan Kecil, sebelah barat pulau Bengkoang, sekitar pulau Kembar, sebelah utara dan timur pulau Krakal Kecil.

Memancing

Memancing dapat dilakukan di sekitar pulau Menjangan Besar dan Kecil, pulau Menyawakan, pulau Tengah, pulau Kemujan, pulau Parang, sekitar pulau Kembar, dan sebelah barat pulau Bengkoang.

Penulis berada di pulau Menjangan Kecil - gugusan pulau Karimunjawa

Berenang

Lokasi yang dapat dipakai untuk melakukan aktifitas ini antara lain di sebelah timur dan selatan pulau Karimunjawa, bagian selatan dan barat pulau Menjangan Kecil, bagian barat pulau Tengah, sekitar pulau Parang, pulau Kembar, dan pulau Kumbang.

Melihat akuarium air laut

Di pulau Menjangan Besar terdapat area yang memiliki fasilitas akuarium air laut. Di sini, kita dapat menikmati keindahan ikan hias dan kehidupan ikan hiu serta ikan-ikan lainnya dengan nuansa khas yang tidak dapat ditemui di tempat lain.

Berjemur

Hampir seluruh pantai di kepulauan Karimunjawa berpasir putih dengan garis pantai yang cukup panjang. Kondisi ini menyebabkan kawasan pantai menjadi kawasan yang cocok untuk melakukan kegiatan berjemur (mandi matahari), bermain pasir, dan menyaksikan keindahan pemandangan matahari terbenam atau terbit.

Menjelajah laut

Bagi yang tidak dapat berenang dan menyelam, tersedia kapal yang dilengkapi dengan kaca pada bagian bawahnya (glass bottom boat) untuk menyaksikan keindahan bawah laut Karimunjawa.

Legenda Sunan Nyamplungan

Nama Karimun menurut cerita rakyat setempat tidak terlepas dari sosok sunan Nyamplung, yang bernama asli Syech Amir Hasan, putera dari sunan Muria. Sedari kecil, ia hidup dimanja sehingga ketika beranjak dewasa, ia menjadi cenderung nakal. Sunan Muria sudah berusaha mendidik puteranya tersebut agar menjadi lebih baik, tetapi selalu gagal. Akhirnya sunan Muria menitipkan puteranya kepada sunan Kudus, dengan harapan menjadi lebih baik.

Di bawah bimbingan sunan Kudus, Amir Hasan memang menjadi pribadi yang lebih baik . Tetapi setelah berkumpul kembali dengan keluarganya, perilaku Amir Hasan kembali seperti semula. Sunan Muria merasa prihatin, dan akhirnya memerintahkan puteranya tersebut untuk turun gunung Muria dan mengamalkan ilmu agama di pulau yang nampak “kremun-kremun” (tidak jelas) bila dilihat dari gunung Muria. Dan sunan Muria pun mengatakan bahwa Amir Hasan tidak boleh kembali ke pulau Jawa sebelum tugasnya selesai.

Dengan berbekal dua buah biji Nyamplung untuk ditanam di pulau tujuan, dan mustaka masjid (sampai saat ini masih berada di kompleks makam sunan Nyamplungan), serta ditemani oleh dua orang abdi, akhirnya Amir Hasan pun memulai perjalannya. Setelah sampai dan menemukan tempat yang cocok untuk ditinggali, Amir Hasan kemudian menanam dua buah biji Nyamplung yang dibawanya dari pulau Jawa. Tanaman yang tumbuh dari kedua biji Nyamplung inilah yang sekarang dikenal sebagai pohon Nyamplung, dan lokasinya diberi nama dukuh Nyamplung.

Pulau Karimun Jawa

Profil

1.
Pengantar

Keindahan panorama alam seperti terumbu karang, rumput laut, dan padang lamun dengan biota laut yang beraneka ragam, hutan mangrove, gunung dan sisa hutan tropis dataran rendah, semuanya dalam hamparan yang masih alami sehingga menjadikan kepulauan Karimunjawa sebagai Taman Nasional Laut. Kepulauan ini secara administratif merupakan kecamatan dari wilayah kabupaten Jepara, yang berlokasi sekitar 45 mil arah barat laut kota Jepara. Luas wilayah teritorial Karimunjawa adalah 107.225 ha, sebagian besar berupa lautan (100.105 ha), luas daratannya sendiri adalah 7.120 ha. Daerah ini beriklim tropis yang dipengaruhi oleh angin laut yang bertiup sepanjang hari dengan suhu rata-rata 26 s.d. 30 derajat Celcius, dengan suhu minimum 22 derajat Celcius dan suhu maksimum 34 derajat Celcius.

Kekayaan flora dan fauna Karimunjawa membuatnya menjadi begitu mempesona. Daerah ini memiliki beberapa jenis ekosistem flora, yaitu ekosistem terumbu karang, hutan mangrove (padang lamun), hutan pantai, dan hutan dataran rendah. Di sisi lain, fauna pun bervariasi, seperti rusa dan kera ekor panjang maupun fauna akuatik yang terdiri atas 242 jenis ikan hias dan 133 genera akuatik. Selain itu, di lokasi ini terdapat pula jenis fauna langka yang berhabitat di pulau Burung dan pulau Geleang, seperti burung elang laut dada putih serta dua jenis penyu, yaitu penyu sisik dan penyu hijau.


2.
Legenda Nyamplungan

Nama Karimun menurut cerita rakyat setempat tidak terlepas dari sosok sunan Nyamplung, yang bernama asli Syech Amir Hasan, putera dari sunan Muria. Sedari kecil, ia hidup dimanja sehingga ketika beranjak dewasa, ia menjadi cenderung nakal. Sunan Muria sudah berusaha mendidik puteranya tersebut agar menjadi lebih baik, tetapi selalu gagal. Akhirnya sunan Muria menitipkan puteranya kepada sunan Kudus, dengan harapan menjadi lebih baik. Di bawah bimbingan sunan Kudus, Amir Hasan memang menjadi pribadi yang lebih baik dan taat, sehingga ia dikembalikan kepada keluarganya. Tetapi setelah berkumpul kembali dengan keluarganya, perilaku Amir Hasan kembali seperti semula. Sunan Muria merasa prihatin, dan akhirnya memerintahkan puteranya tersebut untuk turun gunung Muria dan mengamalkan ilmu agama di pulau yang nampak "kremun-kremun" (tidak jelas) bila dilihat dari gunung Muria. Dan sunan Muria pun mengatakan bahwa Amir Hasan tidak boleh kembali ke pulau Jawa sebelum tugasnya selesai. Dengan berbekal 2 buah biji Nyamplung untuk ditanam di pulau tujuan, dan mustaka masjid (sampai saat ini masih berada di kompleks makam sunan Nyamplungan), serta ditemani oleh 2 orang abdi, akhirnya Amir Hasan pun memulai perjalannya. Setelah sampai dan menemukan tempat yang cocok untuk ditinggali, Amir Hasan kemudian menanam 2 buah biji Nyamplung yang dibawanya dari pulau Jawa. Tanaman yang tumbuh dari kedua biji Nyamplung inilah yang sekarang dikenal sebagai pohon Nyamplung, dan lokasinya diberi nama dukuh Nymplung.


3.
Penduduk

Penduduk kepulauan Karimunjawa terdiri atas beberapa suku yang memiliki identitas tersendiri seperti bentuk rumah adat yang khas. Suku-suku yang mendiami kepulauan Karimunjawa adalah suku Jawa, Bugis Makasar, dan Madura. Masyarakat Jawa banyak tinggal di dukuh Karimun, dukuh Legon Lele, dukuh Nyamplungan, dan dukuh Mrican. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat Jawa adalah bertani dan membuat industri rumah tangga, seperti batu bata merah dan minyak kelapa. Masyarakat Bugis Makasar sebagian besar bertempat tinggal di pulau Kemujan, dukuh Batu Lawang, dukuh Legon Gede, dan dukuh Tlogo. Masyarakat Bugis terkenal sebagai pelaut yang ulung, oleh karena itu sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan. Selain itu, tenun sarung Bugis juga merupakan kekhasan yang lain dari masyarakat Bugis. Hampir sama dengan masyarakat Bugis, masyarakat Madura pun sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Selain itu, mereka pun memiliki kemampuan membuat ikan kering sebagai industri rumah tangga.



Fasilitas Wisata

1.

Daya Tarik Wisata

Dengan alamnya yang indah dan relatif masih murni, Karimunjawa menawarkan daya tarik wisata
alam yang indah, yaitu wisata bahari dan wisata petualangan alam. Selain alam yang indah, penduduk Karimunjawa yang multietnis membuat kawasan ini pun menarik untuk disimak erbagai keunikan budaya dan tradisinya. Wisata bahari menawarkan berbagai kegiatan wisata dan olahraga yang berhubungan dengan alam kepulauan Karimunjawa. Beberapa aktifitas wisata dan olahraga yang dapat dilakukan di kawasan ini adalah sebagai berikut.


- Menyelam
Kegiatan ini dapat dilakukan di sebelah utara dan barat pulau Karimunjawa, sebelah timur pulau Menjangan Besar, sekitar pulau Menjangan Kecil, sebelah selatan dan barat pulau Geleang, sebelah barat pulau Bengkoang, sebelah barat pulau parang, sebelah timur pulau Kembar, sekitar pulau Katang, sebelah utara dan timur pulau Krakal Kecil, dan sebelah barat pulau Kumbang.

- Snorkling
Aktifitas ini dapat dilakukan di pulau Menjangan Besar dan Menjangan Kecil, sebelah barat pulau Bengkoang, sekitar pulau Kembar, sebelah utara dan timur pulau Krakal Kecil.

- Memancing
Memancing dapat dilakukan di sekitar pulau Menjangan Besar dan Kecil, pulau Menyawakan, pulau Tengah, pulau Kemujan, pulau Parang, sekitar pulau Kembar, dan sebelah barat pulau Bengkoang.

- Berenang
Lokasi yang dapat dipakai untuk melakukan aktifitas ini antara lain di sebelah timur dan selatan pulau Karimunjawa, bagian selatan dan barat pulau Menjangan Kecil, bagian barat pulau Tengah, sekitar pulau Parang, pulau Kembar, dan pulau Kumbang.

- Berjemur
Hampir seluruh pantai di kepulauan Karimunjawa berpasir putih dengan garis pantai yang cukup panjang. Kondisi ini menyebabkan kawasan pantai menjadi kawasan yang cocok untuk melakukan kegiatan berjemur (mandi matahari), bermain pasir, dan menyaksikan keindahan pemandangan matahari terbenam atau terbit.

- Menjelajah laut
Bagi yang tidak dapat berenang dan menyelam, tersedia kapal yang dilengkapi dengan kaca pada bagian bawahnya (glass bottom boat) untuk menyaksikan keindahan bawah laut Karimunjawa.

- Melihat akuarium air laut
Di pulau Menjangan Besar terdapat area yang memiliki fasilitas akuarium air laut. Di sini, kita dapat menikmati keindahan ikan hias dan kehidupan ikan hiu serta ikan-ikan lainnya dengan nuansa khas yang tidak dapat ditemui di tempat lain.

Selain alamnya, faktor penduduk dan tradisinya membuat kepulauan Karimunjawa memiliki daya tarik wisata budaya dan ziarah. Berbagai atraksi budaya terdapat di kawasan ini, seperti reog (kuda lumping), pencak silat, rebana, dan gamelan Jawa. Ada juga atraksi-atraksi yang dilakukan secara rutin oleh masyarakat setempat, misalnya pelepasan penyu, upacara pelepasan perahu, dan khoul sunan Nyamplungan (peringatan satu Suro). Legenda Nyamplungan membuat kawasan ini menarik untuk dikunjungi oleh para peziarah yang ingin mendatangi makam sunan Nyamplungan dan peninggalan-peninggalannya.











2.


Cinderamata

Berbagai macam barang kerajinan yang sebagian besar terbuat dari kayu-kayu langka, seperti
kayu Setigi, kayu Dewadaru, dan kayu Kalimasada merupakan keunikan tersendiri dari kepualauan Karimunjawa. Hasil-hasil kerajinan yang lain berupa tongkat, keris, dan tasbih. Selain hasil kerajinan, di kepulauan ini juga terdapat barang-barang cinderamata lainnya berupa hasil industri rumah tangga, seperti kaus, topi, ikan teri, ikan asin, jenang, makanan olahan dari rumput laut, dan minyak kelapa. Barang-barang kerajinan ini dapat dengan mudah diperoleh di toko-toko penjual barang-barang cinderamata yang berada di pusat kota Karimunjawa.

Untuk kerajinan kayu, ada beberapa lokasi sebagai pusat kerajinan kayu sebagai tempat pemesanan, yaitu sebagai berikut :
- Pusat Kerajinan Al Badri, desa Legon Cikmas
- Labiki, jalan Kapuran, pulau Karimunjawa.


3.
Sarana Akomodasi

Di kawasan kepulauan Karimunjawa telah tersedia beragam jenis penginapan yang cukup memadai, mulai dari jenis pondok tinggal, wisma, pondok apung, sampai hotel. Tarifnya cukup bervariasi, mulai dari Rp 40.000,- sampai Rp 300.000,- (data sampai tahun 2006). Sarana akomodasi ini tersebar di pulau Karimunjawa, pulau Menjangan Besar, pulau Tengah, dan pulau Menyawakan. Berikut ini disajikan beberapa informasi akomodasi yang ada di kepulauan Karimunjawa.

Nama

Jumlah Kamar

Fasilitas

Telpon
Abdul Azis
4

-

+62(297)312127
Abdul Mu'in
4

-

+62(297)312125
Abdul Rochim
3

-

+62(297)312203
Abdul Wahid
3

-

+62(297)312201
Al Muslim
3

-

+62(297)312214
Ari'e Home
22

AC

+62(297)312288
Aryani (H. Fu'ad)
5

-

+62(297)312128
Blue Laguna Inn
6

-

+62(297)312251
Choliq
5

-

+62(297)312114
Dafista
4

-

+62(297)312277
Dewadaru Resort
11

-

+62(297)312153
Fadoli
3

-

+62(297)312122
H. Zahratun
4

-

+62(297)312214
Hanfa
7

-

+62(297)312125
Hasim Arfani
7

-

+62(297)312207
Hotel Karimunjawa Inn
17

AC, kipas angin, bungalow , parabola, restoran

+62(297)312253
Hotel Melati TK I
15

AC

+62(297)312253
Jaya Karimun (Wisma Apung)
14

-

+62(297)312185,
(+62)81325110999
Kalima Sada
4

-

+62(297)312224
Karimun Indah
5

-

+62(297)312144
Kohim (Kemojan)
4

-

(+62)81325104171
Kura-kura Resort
10

Alat selam, jet sky

+62(291)595931, 595932
Laguna
4

-

-
Marno I
4

-

+62(297)312206
Marno II
4

-

+62(297)312206
Mekar Sari
5

-

+62(297)312105
Menjangan Besar
6

Akuarium laut

(+62)81325293625
Mulya Indah
6

-

+62(297)312106
Nirwana Resort
16

-

+62(297)312151
P. Basir
3

-

+62(297)312214
Prapatan
2

-

+62(297)312227
Setia Jaya
4

-

+62(297)312206
Setia Jaya II
4

-

+62(297)312197
Sudjani
4

-

+62(297)312227
Sumardi
5

-

+62(297)312105
Sutomo
2

-

+62(297)312266
Tiga Saudara
3

-

+62(297)312127
Wisma Wisata
6

AC, peralatan menyelam, snorkling, kapal kaca

+62(297)312118
Yanto
4

-

+62(297)312277
Zahron
3

-

-

Fasilitas Pendukung

1.
Sarana Transportasi

Laut
Karimunjawa dapat dicapai dari Semarang lewat pelabuhan Tanjung Mas, dan dari Jepara lewat pelabuhan Kartini.
- Dari Semarang (pelabuhan Tanjung Mas) KMC Kartini I, berangkat setiap hari Sabtu, pukul 9.00 WIB dan Senin, pukul 7.00 WIB.
- Dari Jepara (pelabuhan Kartini) brgkt setiap hari Senin, pukul 10.00 WIB. Bila menggunakan KMP Muria, berangkat setiap hari Sabtu, pukul 9.00 WIB. dan Rabu, pukul 9.00 WIB.
Sedangkan arus balik dari Karimunjawa,
- Setiap hari Minggu, pukul 14.00 WIB dan setiap hari Selasa, pukul 9.00 WIB.
- Apabila menggunakan KMP Muria, berangkat setiap hari Senin dan Kamis, pukul 9.00 WIB.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi alamat berikut.
- KMC Kartini I
Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Propinsi Jawa Tengah
Jalan Pamularsih no.28 Semarang
Telepon (+62-24)7602952
Fax (+62-24)7622536
- KMP Muria
PT ASDP cabang Jepara
Jalan Kolonel Sugiono no.290 Jepara
Telepon (+62-291)591048

Sedangkan untuk tarif pelayaran (data tahun 2006) adalah sebagai berikut.
- Semarang-Karimunjawa
Kelas Bisnis, Rp 108.000,-
Kelas Eksekutif, Rp 128.000,-
- Jepara-Karimunjawa
Kelas Bisnis, Rp 63.000,-
Kelas Eksekutif, Rp 83.000,-

Selain pelayaran menuju kepulauan Karimunjawa, tersedia pula sarana transportasi antarpulau di kepulauan Karimunjawa. Sarana transportasi tersebut ditujukan sebagai sarana perjalanan wisata, yang berupa perahu motor sewaan. Tarif yang berlaku (data tahun 2006) berkisar antara
Rp 250.00,- sampai dengan Rp 450.000,- tergantung jarak tempuh dan lama pemakaian.

Udara
Perjalanan udara menuju Karimunjawa dapat ditempuh dari bandara Ahmad Yani, Semarang, dengan pesawat sewa jenis CASSA 212 yang disediakan oleh Kura-kura Resort. Waktu tempuh kurang lebih tiga puluh menit dari bandara Ahmad Yani ke lapangan udara Dewadaru, Karimunjawa.


2.
Sarana Telekomunikasi

Kepulauan Karimunjawa telah dilengkapi jaringan telekomunikasi yang didukung oleh PT Telkom. Dengan adanya fasilitas ini, berkomunikasi lewat telepon baik nasional maupun internasional dapat dilakukan. Untuk jaringan telepon seluler, saat ini telah tersedia jaringan dari Telkomsel, dan dalam waktu dekat akan masuk operator seluler lainnya..

3.
Sarana Kesehatan

Kawasan Karimunjawa juga telah dilengkapi oleh banyak pos-pos kesehatan yang didukung oleh tenaga medis yang memadai. Dengan adanya pos-pos kesehatan ini, diharapkan fasilitas pertolongan pertama terhadap korban musibah dapat cepat dilakukan.


Biro Perjalanan
Di bawah ini adalah informasi mengenai biro-biro perjalanan wisata yang tersedia
dalam kaitannya dengan pariwisata Karimunjawa.
- Tirta Bianca Tour And Travel
Komplek Pintu Gerbang Pantai Kartini, Jepara Telepon: (+62-291)598859
Website: http://www.tirtabiancatours.com
Email: tirtabianca@hotmail.com
- Senja Furindo
Desa Troso, Pecengaan, Jepara Telepon: (+62-291)7540271
- Trio Tour
Jalan Pemuda no.134, Jepara Telepon: (+62-291)591731
- Puspa Tour
Jalan Raya Pecangaan, Jepara Telepon: (+62-291)755653
- Bejeu
Kelurahan Pengkol, Jepara Telepon: (+62-291)591122
- Kartika Tour
Jalan HOS Cokroaminoto, Jepara Telepon: (+62-291)591982
- Central Java
Jalan Ringin Jaya II, Jepara Telepon: (+62-291)591582
- Duta Karimun
Karimunjawa Telepon: (+62-297)312207
- Karimunjawa Trans
Karimunjawa Telepon: (+62-291)312107

Pusat Informasi Pariwisata

- Dinas Pariwisata Kabupaten Jepara
Jalan A.R. Hakim no.51, Jepara Telepon: (+62-291)591219
- Balai Pelayanan Informasi dan Pengelolaan Sarana Pariwisata
Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Tengah
Jalan Madukoro Blok BB, Semarang Telepon: (+62-24)7608570
Website: http://www.central-java-tourism.com
Email: tourism@smg.bit.net.id

Hubungi Kami

- Dinas Pariwisata Kabupaten Jepara
Jalan A.R. Hakim no.51, Jepara Telepon: (+62-291)591219
- Balai Pelayanan Informasi dan Pengelolaan Sarana Pariwisata
Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Tengah
Jalan Madukoro Blok BB, Semarang Telepon: (+62-24)7608570
Website: http://www.central-java-tourism.com Email: tourism@smg.bit.net.id




Profil | Fasilitas | Fasilitas Pendukung | Biro Perjalanan | Pusat Informasi Wisata | Hubungi Kami


Designed & Managed by

Windows

The Windows Feedback Program

We are committed to making the Windows experience better for you. A lot of our efforts focus on engaging with customers in focus groups, surveys, usability studies, and visits to customers' homes and workplaces. The Windows Feedback Program allows you to connect directly with the Windows product team using your computer. When you submit input to us, it directly influences future Microsoft products.

By participating in the program, you can help us focus our work on the features that you use most often, tell us where to simplify our software when it is too difficult, and suggest new capabilities that improve your experience. The program includes two parts: a survey feedback program and an automated feedback program.

If you've already decided you want to participate, you can enroll in the Program. This will step you through the Agreement for joining the Windows Feedback Program. After that, you will enter your personal information and answer some questions that will help us to better understand how you use your computer and what your interests are. If you choose to participate in the survey program, you will periodically be invited to take a survey. If you prefer to give us feedback in the form of data that is automatically collected on your computer and uploaded to our servers, all you need to do is opt in to our automated feedback program and download and install our software. It takes less than 2 minutes on a 56K modem, and we'll automatically receive your feedback. Of course, we'd be thrilled if you would choose to participate in both parts of the program! Please let your friends and family members know about the program, as well.

You can use this website to sign up for one or both parts of the program, but note the following restrictions:

* Participation is currently limited to US residents of 18 years and older.
* You are the owner of the computer you use for this program.
* The automated feedback program is offered to Windows Vista and Windows XP customers only.
* The survey feedback program applies to all versions of Windows.
* Microsoft, comScore, and MarketTools employees are not eligible to participate.

Getting Started

First, find out more about the available options when joining the Windows Feedback Program. This will let you know what's involved in participating in the survey or automated feedback programs so you can decide if both are right for you.
©2007 Microsoft Corporation. All rights reserved. Contact Us | Terms of Use | Microsoft.com Privacy Statement

JASAKOM

Community dan Penerbitan Jasakom



Windows Vista Ultimate Gratis dari Microsoft ! (Berita)
Oleh JS - Published: Desember 12, 2007



Microsoft memberikan versi Windows Vista yang paling mahal secara gratis ? Apakah itu sebuah mimpi ? Tidak ! Melalui program yang dinamakan "Windows Feedback Program", Anda bisa mendapatkan Windows Vista Ultimate secara gratis dan menggunakannya secara sah.
Baca selengkapnya.....


Adakah busy phone number ?? (Phreaking)
Oleh PIRUS - Published: Desember 11, 2007

Dalam teknologi telekomunikasi ada banyak central processing unit yg mengatur sebuah mesin pbx ( private branch exchange ) bekerja . Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda sedikit cara kerja dari PBX tersebut. Baca selengkapnya.....


PT. RADNET (Rahajasa Media Internet) Vacancy (Info Lowongan Kerja)
Oleh M.Faried Johan - Published: Desember 11, 2007

PT. RADNET (Rahajasa Media Internet) Vacancy

Baca selengkapnya.....


IBM Security Roadshow (Info Seminar & Events)
Oleh Halakron - Published: Desember 7, 2007

Akhirnya pemain senior di dunia IT ini merelease juga piranti keras securitynya yang berbendera PROVENTIA.

Selain feature standar macam firewall, VPN, antivirus, web filter piranti menjanjikan kemampuan memproteksi di level aplikasi. Penasaran ?

Berikut info kapan, siapa dan dimananya...
Baca selengkapnya.....


Open Source Competition (Info Seminar & Events)
Oleh Fahmi Priadi - Published: November 28, 2007

Pengembangan Open Source di Indonesia dapat dipupuk, salah satunya dengan cara menebarkan nuansa kompetisi di tengah masyarakat. Open Source Competition merupakan agenda yang akan dilaksanakan tahunan bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan melombakan beberapa kategori untuk desain, dan implementasi aplikasi berbasis Open Source.

Baca selengkapnya.....


Reset Password FOLDER LOCK 5.5.7 (Cracking)
Oleh macanCreW - Published: November 27, 2007

FOLDER LOCK crack .

Baca selengkapnya.....

Traveller

The Perpetual Traveller. The Journeys of an Internet Poker Tourist

Musings on the power of the WWW and it's synergy with Permanent Travel. Regular posts on the PT life from the fingers and keyboard of a current PT.
Friday, November 23, 2007
Hahaha
Should play drunk more often:



posted by Perpetual_Traveller at 6:25 AM 7 comments links to this post
Erm
Yeah, very drunk right now....typing through one eye.

WTF is it with clubs in the "best" part (Las Canitas) of Buenos Aires playing soft-core, handbag, eurohouse that passed as dance-able music in the late-90's UK? Grrr, could only take so much dancing with my "elbows out". Ghey.

Blah.......vodka+budweiser, obv time to hit the $5/$10 tables. Graph to follow....



posted by Perpetual_Traveller at 4:01 AM 2 comments links to this post
Monday, October 29, 2007
Ramblings
So I'm a perpetually travelling online poker pro eh? Got to admit I'm beginning to feel like a bit of a fraud, especially this month.

I've notched up a whole 1224 hands in October, (I have poker tracker back, yey) and as far as the travelling goes: in the last 2 years I haven't been anywhere other than Argentina and the UK. There are legit excuses for both:

On the poker-front other business interests are taking up much of my time. The biggest downside to playing poker for a living for me has to be the fact that I need to put a lot of hours in. Combine this with the fact that poker really isn't my passion and you get a lazy so-and-so who's always looking for other ways to make a living online.

Travel-wise, rightly or wrongly, I've become tied to a girl here in Buenos Aires. While part of me wants to up laptop and try life in Thailand (or somewhere like that) a bigger part of me is quite happy with his lot.

FWIW my months performance at the tables is graphed below (I run GOOT). I doubt I'll even manage this much over November, I really want ot focus on developing another website.





posted by Perpetual_Traveller at 2:39 AM 6 comments links to this post
Friday, October 26, 2007
Argy gossip
Argy Newsflash:

More intersting than this weekends general election (for me at least) is the sad news yesterday that 24 year old Reinaldo Waveqche lost his 82 year old wife Adelfa Volpes to "heart problems" recently. Sadly they had only enjoyed one month togethor as a married couple.



posted by Perpetual_Traveller at 5:05 PM 0 comments links to this post
Thursday, October 18, 2007
Absolute Scandal
Well, there's no getting around it, the news that Absolute Poker had a security breach of gargantuan proportions has hit/is hitting the mass media as I type. Those who ensured that Absolute couldn't sweep the scandal under the carpet when they first tried to (about a month ago) have been contacted by ABCnews and ESPN by all accounts. The $hit really has hit the fan.

This has to be the biggest story since online poker was born around 8 years ago, and to be honest a big part of me hoped it would just go away.....unnnoticed by the general public (read: unnoticed by your average casual fish). Selfish I know, but without the casual players, making a living playing poker online becomes all but impossible (certainly for decidely average players like myself).

So many casual players declare online poker to be rigged. Now they'll probably see it in tomorrows press and I strongly suspect that, in the short-term at least, most won't bother to deposit and donate to those players who depend on them so greatly.

Don't get me wrong, Absolute deserve to go down for this (and those responsible held fully accountable) but I just see the online poker world as a whole taking a beating for the actions of one low-life site.

If you aren't yet aware of what I'm refering to here's a reasonably-written summary of events. For the full story you should really checkout this 2+2 thread.

To summarise: It's been proven beyond reasonable doubt (IMO) that certain players at Absolute (possibly employees/owners no-less) could see their opponents hole-cards. Bit of an advantage eh? For non-players you can see just how much of an advantage this is by watching the Tubes of the culprits' (screename: POTRIPPER) "stunning" performance winning a MultiTable Tournament last month. He won approaching $40K in this tournament alone I believe.

It's not all doom and gloom I guess, wise players will stick to those sites that are fully regulated in European jurasdictions for example. Problem is, I'd prefer to play against as few "wiser players" as possible.

Sometimes the world of gaming can be so ugly.







posted by Perpetual_Traveller at 6:17 PM 0 comments links to this post
Sunday, October 14, 2007
Video Poker treats me well.
I hit another royal flush playing videopoker this week for a very welcome £1000 GBP, and a career best $3200USD day. I'm really experiencing the joys of the upside of variance this month (I'm evening winning at Poker Stars) and my naturally cautious nature is already dreading the inevitable down-turn.

Still, time to stop and smell the roses as they say.



posted by Perpetual_Traveller at 10:07 PM 3 comments links to this post
Sitemeter down
And it has been for over 24hrs now...shame, the highlight of my day is checking out where my visitors have come from, and how they got here.

Best get on with some proper work then.



posted by Perpetual_Traveller at 2:39 PM 0 comments links to this post
Thursday, October 11, 2007
Flat hunting in Buenos Aires
I've spent the last week searching for a new apartment, and fortunately found the perfect place in the Barrio of Congreso. Congresso is a working class district just south of the very centre of Buenos Aires, and I already feel much more at home here than I ever did in the richer Barrios of Belgrano/Palermo.

The building I'm living in as 120 years old and full of character. I overlook a large courtyard which means it's blissfully quiet, it's such a refreshing change to be woken up by birdsong (something I thought couldn't happen in this city) rather than ambulance sirens or the engine noise of rundown old buses.

Here are some snaps of the apartment, at $650 USD per month (including all commission, bills etc) it isn't dirt cheap, but it is still very good value IMO. It's very modern inside, and the price includes broadband, cable TV, air conditioning and weekly maid service.

I'm a few blocks from the Plaza de Congresso (I snapped the below photo on my cell phone yesterday when out for a walk) and a variety of other very interesting architecture.



There are many, many estate agents offering temporary accomodation for tourists in Buenos Aires. This time I dealt with WayToBAWay.com. The owners, Ignacio and Martin, spoke excellent English and were both extremely professional. If you come to Buenos Aires and are looking for somewhere to rent on a short term basis I highly recommend them.



posted by Perpetual_Traveller at 2:25 PM 1 comments links to this post
Friday, October 05, 2007
Totesport throwing EV at players
Well known British bookie Totesport are running some awesome promotions over the next 2 weeks.

1. From 4th October until 14th October we will be doubling the casino
sign up bonus to 125% bonus up to £250. This is to coincide with our
Las Vegas promotion giveaway.

2. 100% Bonus available Thursday 4th - Monday 8th
A great bonus offer from totesport casino - we'll match your next
deposit during this period with a 100% bonus up to £50!

3. Thursday 11th Free Bet Promotion
Make this weekend's sporting action even more exciting with a free
bet! Wager between £500 and £1000 in the casino today and we'll give
you 10% back as a free sports bet for the weekend!

4. Free Cash Friday 12th
Everyone who logs into the casino today receives a random free bonus
between £5 and £100!

5. Saturday 13th 50% Bonus
Kick-off your weekend with a great 50% bonus up to £50!

That's over 350GBP in casino bonuses, and a 100GBP sportsbook bonus.

All bonuses have a 40 times playthrough before they become withdrawable. Blackjack is one of the games excluded, however VIDEO POKER ISN'T.

Jacks or Better Videopoker has a return of 99.5%, so you will lose:
(350 x 40) x 0.005
= 70 GBP of your 350 GBP bonuses
(you'll also gain 14GBP worth of loyalty points for your action).

Totesport are also giving away a trip for 2 to Las Vegas every day for a week (anyone who deposits at least 10GBP from the 8th October gets an entry into the prize draw).

To read more about all these deals go to the casino homepage and click the promotions tab.

I'm jumping all over this.



posted by Perpetual_Traveller at 2:53 PM 7 comments links to this post
About Me

Name: Perpetual_Traveller
Location: Back in Buenos Aires, Argentina

I am a current Perpetual Traveller. I ditched a conventional career in my late 20's to try a somewhat alternative way of life. Currently living in Buenos Aires, Argentina after sampling South Africa, Australia, New Zealand, USA and Canada. Four years at it and I haven't gone broke!

View my complete profile
Archives
Previous Perpetual Travel Posts

* PT: My Formula
* PT FAQs
* The Five Flags

Make a loan
Change a life
Kiva logo
Name: Noeun N
Location: Cambodia Loan Needed: $200

100 % funded
Previous Posts

* Hahaha
* Erm
* Ramblings
* Argy gossip
* Absolute Scandal
* Video Poker treats me well.
* Sitemeter down
* Flat hunting in Buenos Aires
* Totesport throwing EV at players
* Boludo

Cost of the War in Iraq
$476,430,915,743
To see more details, click here.
Poker blogs I read

* Fishosis
* Poker backpacker
* Outdraw Bestial (Spanish)
* Sherwood Poker
* Red Square Poker
* Poker Blog of a Uni Student

General blogs I read

* Cyber Gypsy
* Life Hacker
* Baghdad Burning
* Individual Sovereignty

Poker Sites I am currently playing

* Towergaming
* RedKings
* William Hill Poker
* Poker Rewards


+EV blackjack

* Totesport casino
* Ladbrokes Casino
* Private Casino
* Red Lounge Casino
* Casino-on-Net



expatriate



Blogarama - The Blog Directory

Listed on BlogShares

Add to Technorati Favorites



British Blog Directory.

JELAJAH.COM

MultiplyLogo
Do you know Marwan ?
Become his contact
Learn more about Multiply
Take the Tour
Who is on Multiply?
Find friends before you join
Jelajah.COM
HomeBlogPhotosVideoMusicCalendarReviewsLinks

Blog Entry Pesona Leuser Pikat Dunia Sep 15, '06 4:26 AM
for everyone

Memasuki kawasan Taman Nasional Gunung Leuser kita disungguhi sebuah panorama alam berupa rimbunan pepohonan, dari kejauhan hutan belantara tampak hijau dan alami yang didiami berbagai jenis satwa dan flora. Pantas saja jika kawasan ini dijadikan sebagai salah satu situs alam warisan dunia.

Catatan Perjalanan : Marwan Azis- Leuser Sumatera Utara

Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dapat dicapai dengan menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari Kota Medan Sumetera Utara dengan menggunakan kendaraan roda empat yang menyusuri jalan perkebunan kelapa sawit dan karet milik PT Perkebunan Nusatara II. Kondisi topografi pintu gerbang TNGL yang berlembah membuat mobil tidak bisa sampai di lokasi base camp TNGL, kendaraan terpaksa dipakir di posko Tangkahan Simaler Ranger yang terletak di pintu masuk kawasan TNGL. Namun sebelum berkunjung ke kawasan ini sebaiknya berkoordinasi dengan pihak pengelola TNGL.

Selanjutnya pengunjung harus berjalan kaki kurang lebih 1 km dengan menuruni lembah dan menyeberangi sungai dengan menggunakan rakit dipandu oleh salah seorang anggota Community Tour Operator (CTO) Tangkahan.

Jika memasuki kawasan ini pada malam hari di sepanjang jalan terdengar suara burung hantu serta gemercik aliran sungai yang memecah keheningan malam. Namun tak usah kuatir karena sepanjang jalan dipasang lampu obor yang dibuat dari bambu. Tak hanya itu kita juga diiringi suara jangkrik sang penghias malam. Nakum Sujono dalam puisinya berjudul “Jangkrik Penghias Malam menulis, Jangkrik, akulah jangkrik penghias malam seperti bukan indahnya malam jika tidak ada suara jangkrik. Kendati cuaca dingin menusuk hingga ke sum-sum tulang tapi menjadi nikmat bagi siapa pun yang suka dengan dunia petualangan (adventure).

Pada siang hari ketika menyusuri jalan setapak, kita akan menyaksikan perkampungan penduduk asli yang telah lama mendiami kawasan tersebut, warga selalu ramah menyambut siapa saja yang berkunjung sepanjang tak mengusik lingkungan yang memang dilarang untuk dirusak.

Warga Medan khususnya berdomisili disekitar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) patut bersyukur karena dikarunia kekayaan dan panorama alam yang tak ada taranya di dunia. Keberadaan hutan Gunung Leuser yang masih tampak ‘’perawan’’ dengan segala flora faunanya memikat para pelancong dan peniliti dunia untuk datang ke laboratorium alam itu.

Leuser ditetapkan oleh UNESCO sebagai Biosphere Reserve atau Cagar Biosfer atas usulan pemerintah Indonesia pada tahun 1981. Kemudian pengakuan tersebut berlanjut dengan ditetapkannya TNGL sebagai Tripocal Rainforest Heritage of Sumatera bersama-sama TN Kerinci Seblat dan Bukit Barisan Selatan pada tahun 2004.

Dunia mengakui keunggulan kawasan TNGL yang luasnya lebih dari 1 juta hektar, bahkan menjadikannya sebagai “laboratorium alam”. Leuser juga menjadi surganya para peneliti dan pelancong, baik dari mancanegara maupun domestik.

MacKinnon, peneliti lingkungan berkelas internasional pernah mengatakan, Leuser mendapatkan skor tertinggi untuk kontribusi konservasi di seluruh kawasan Indo Malaya. Leuser merupakan tempat habitat sebagian besar fauna mulai dari mamalia, burung, reptil, amfibia, ikan, dan avertebrata. Ada 350 species burung dari 380 yang ada dan 36 dari 50 species burung endemic “sundaland” yang menjadikan Leuser sebagai rumahnya.

Ekosistem Leuser juga merupakan habitat fauna kunci seperti gajah Sumatera (elephas maxsimus sumaterae), badak Sumatera (dicerorhinus sumateraensis), dan orang utan Sumatera (pongo obelii). Selain itu ada owa (hylobateslar), kedih (presbytis thomasi) dan fauna lainnya. Selain sebagai rumah fauna, di TNGL juga ada 4.000 species flora dan 3 jenis dari 15 jenis tumbuhan parasit rafflesia serta ada tumbuhan obat (brimacombe dan elliot, 1996).

Sebagai laboratorium alam, para peneliti datang silih berganti melakukan penelitian, baik tentang faunanya maupun keragaman floranya. Stasiun Riset Orangutan di Katombe Kabupaten Aceh, yang juga masih termasuk ranah dari kawasan TNGL merupakan salah satu stasiun riset tertua yang dibuka tahun 1971 oleh Dr Herman D.Rijksen, hingga saat ini tetap menjadi lokasi yang menarik minat para peneliti baik dari domestik maupun manca negara. “Setiap tahunnya jumlah pengunjung meningkat,” kata Kepala Balai TNGL, Ir Wiratno pria paruh baya yang aktif mempromisikan upaya kolaborasi di Sumatera Utara dalam mendukung kegiatan konservasi lingkungan di daerah ini.

Pelancong dapat menikmati indahnya alam dan merasakan kesejukan udara dan kesegaran air sungai dan air terjun yang belum tercemar dan terkena polusi. Tak hanya itu dilokasi ini terdapat pula satu objek wisata yang bisa dinikmati berupa air panas alami.

Beberapa pilihan kegiatan yang bisa dilakukan pengunjung diantaranya Scubing atau dikenal sebagai salah olaraga air yang menggunakan ban bekas bisa menjadi pilihan untuk menguji derasnya dan sejuknya air sungai, dan jika ingin menyusuri hutan kita bisa menggunakan gajah yang sudah jinak sebagai kendaraan patroling dengan didampingi pawang gajah. Sedangkan untuk menikmati rimbunnya hutan bisa dilakukan dengan cara trackking melihat keanekaragaman flora dan fauna, gua serta panorama alam dari ketinggian Gunung Leuser.

Kerja Bareng Lestarikan Leuser

Selain keindahan panorama alam Gunung Leuser yang memikat, bagi pihak yang ingin mendapatkan poin pembelajaran pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, Gunung Leuser khususnya daerah Tangkahan juga menarik menjadi pilihan studi pembelajaran bagi kalangan aktivis yang giat mengembangkan upaya kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya alam.

Suasana cair antara pihak pengelola TNGL, puluhan volunter yang sebelumnya aktif di kegiatan komunitas pencinta alam (KPA) namun kini mengabdikan dirinya pada pelestarian TNGL, Conversation Respons Unit (CRU) dengan masyarakat lokal yang menghuni kawasan tersebut tampak terlihat saat memberikan pelayanan bagi rombongan wartawan lingkungan dari berbagai pelosok tanah air yang berapa waktu lalu menyelenggarakan Konferensi Nasional Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia.

Kejadian itu hanya bagian kecil dari kerja bareng yang telah dilakukan sejumlah pihak yang berkepentingan dalam pelestarian Taman Nasional Gunung Leuser. Menurut Wiratno, keberhasilan pengelolaan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) maupun Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) sangat ditentukan oleh sinergitas para pihak dari berbagai tingkatan baik lembaga lokal maupun internasional. Membangun visi yang sama adalah adalah mutlak agar dapat dicapai collective awareness dan nantinya akan menjadi model sosial menuju aksi bersama.

Diungkapkan Wiratno, saat ini pihak pengelola TNGL tengah berkolaborasi dengan masyarakat lokal serta didukung oleh sejumlah lembaga yang konsen dalam kegiatan konservasi diantaranya Yayasan Leuser Internasional, Fauna dan Flora Internasional, Yayasan Ekosistem Lestari, UNESCO, Conservation Internasional Indonesia, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Lembaga Pariwisata Tangkahan dan Pemerintah Kabupaten Langkat.

Keseluruhan lembaga tersebut membagi diri dalam berbagai kegiatan sesuai konsentrasi dan potensi masing-masing lembaga. Misalnya Yayasan Leuser Internasional (YLI) memfokuskan dukungan di sekitar TN Gunung Leuser dengan berbagai inisiatif konservasi dan pembangunan berkelanjutan, Flora dan Fauna (FFI) berkonsentrasi pada dukungan pembangunan sistem patroli bersama Conservation Respon Unit (CRU), sekaligus melakukan perlindungan gajah Sumatera. Di Tangkahan Kecamatan Bantang Serangan Kabupaten Langkat Leuser, keberadaan gajah ini mendukung pengembangan ekowisata berbasis masyarakat, yang dikembangkan oleh Lembaga Parawisata Tangkahan.

Yayasan Ekosisten Lestari (YEL) membantu Balai TNGL dalam pelestarian orangutan di Sibolangit dan melakukan seri penelitian Ketambe. Sedangkan UNESCO melalui program yang dikembangkan oleh World Hertige Center di Paris mendukung program-program peningkatan kapasitas staf Balai TNGL melalui pelatihan dan dukungan patroli lapangan serta penguatan resort-resort di seluruh kawasan TNGL.

Conservation Internasional (CI) Indonesia yang sedang mengembangkan konsep North Sumatran Corridor (NSC) juga mulai mendukung Balai TNGL melalui pengenalan program-program pendidikan lingkungan dan penguatan kapasitas staf Balai TNGL. WALHI NAD dan Sumut konsen pada program kampanye pelestarian kawasan TNGL dan pendampingan masyarakat serta advokasi kebijakan baik tingkat kabupaten hingga tingkat nasional.

Sementara Lembaga Parawisata Tangkahan (LPT) merupakan mitra lokal berdiri atas inisiatif masyarakat 2 desa setempat untuk membantu melestarikan kawasan TNGL di wilayah desanya, sekaligus mengembangkan ekonomi mikro berbasiskan ekowisata. Inisiatif 5 tahun lalu itu sudah berhasil dengan terbangunnya komitmen masyarakat membantu menjaga Leuser.

Diakui Wiratno, tidak gampang untuk mendekati warga dan menyadarkan mereka, namun setelah melalui upaya panjang, akhirnya warga sadar diri dan justru membantu pihak TNGL menjaga kelestarian hutan. Baik melalui patroli bersama dengan berjalan kaki maupun menggunakan gajah dan sekaligus melindungi gajah melalui Conversation Respons Unit dibawah FFI.

Pelestarian hutan dan ekosistem di dalam TNGL konsep kolaborasi membangun hutan berbasis ekowisata dengan memaksimalkan peran masyarakat selain bisa bermanfaat pada pelestarian lingkungan juga bisa menopang kehidupan warga sekitar kawasan tersebut. “Jadi, selain lingkungan terjaga peningkatan ekonomi di sekitar kawasan juga terjadi,” kata Ary Suhadi dari Indecon (Indonesia Ecotourism Network).***



Prev: Memiliki Kehidupan Yang Lebih Baik
Next: Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia Telah Lahir
reply share

5 CommentsChronological Reverse Threaded
catatanharian
reply
catatanharian wrote on Sep 16, '06
asik,,,,,,,,,,,kepingin nie berkunjung ke Taman Gunung Leuser
sabtuminggu
reply
sabtuminggu wrote on Jun 15
informatif sekali.. kebetulan milis saya tepat sekali utk sharing spt ini.. pls click me..
petualanganku
reply
petualanganku wrote on Jun 17
ya, biar kawan-kawan blogger bisa mengetahui lebih banyak soal daerah konservasi di Indonesia yang mesti kita lestarikan bersama.
donyray
reply
donyray wrote on Oct 20
jadiii pengennn...., tapi disana dah aman lum yah...?
lam kenal....
donyray
reply
donyray wrote on Oct 20
oh yah skalian mo nanya negh, kalo kesana ada perijinan khusus gak yah yang musti disiapkan...?
thanks yah sebelumnya bro...
audio reply video reply
Add a Comment


petualanganku
petualanganku

* View Marwan 's Profile
* RSS Feed [?]
* Report Abuse
Memasuki kawasan Taman Nasional Gunung Leuser kita disungguhi sebuah panorama alam berupa rimbunan pepohonan, dari kejauhan hutan belantara tampak hijau dan alami yang didiami berbagai jenis satwa dan flora. Pantas saja jika kawasan ini dijadikan sebagai salah satu situs alam warisan dunia.

Catatan Perjalanan : Marwan Azis- Leuser Sumatera Utara

Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dapat dicapai dengan menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari Kota Medan Sumetera Utara dengan menggunakan kendaraan roda empat yang menyusuri jalan perkebunan kelapa sawit dan karet milik PT Perkebunan Nusatara II. Kondisi topografi pintu gerbang TNGL yang berlembah membuat mobil tidak bisa sampai di lokasi base camp TNGL, kendaraan terpaksa dipakir di posko Tangkahan Simaler Ranger yang terletak di pintu masuk kawasan TNGL. Namun sebelum berkunjung ke kawasan ini sebaiknya berkoordinasi dengan pihak pengelola TNGL.

Selanjutnya pengunjung harus berjalan kaki kurang lebih 1 km dengan menuruni lembah dan menyeberangi sungai dengan menggunakan rakit dipandu oleh salah seorang anggota Community Tour Operator (CTO) Tangkahan.

Jika memasuki kawasan ini pada malam hari di sepanjang jalan terdengar suara burung hantu serta gemercik aliran sungai yang memecah keheningan malam. Namun tak usah kuatir karena sepanjang jalan dipasang lampu obor yang dibuat dari bambu. Tak hanya itu kita juga diiringi suara jangkrik sang penghias malam. Nakum Sujono dalam puisinya berjudul “Jangkrik Penghias Malam menulis, Jangkrik, akulah jangkrik penghias malam seperti bukan indahnya malam jika tidak ada suara jangkrik. Kendati cuaca dingin menusuk hingga ke sum-sum tulang tapi menjadi nikmat bagi siapa pun yang suka dengan dunia petualangan (adventure).

Pada siang hari ketika menyusuri jalan setapak, kita akan menyaksikan perkampungan penduduk asli yang telah lama mendiami kawasan tersebut, warga selalu ramah menyambut siapa saja yang berkunjung sepanjang tak mengusik lingkungan yang memang dilarang untuk dirusak.

Warga Medan khususnya berdomisili disekitar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) patut bersyukur karena dikarunia kekayaan dan panorama alam yang tak ada taranya di dunia. Keberadaan hutan Gunung Leuser yang masih tampak ‘’perawan’’ dengan segala flora faunanya memikat para pelancong dan peniliti dunia untuk datang ke laboratorium alam itu.

Leuser ditetapkan oleh UNESCO sebagai Biosphere Reserve atau Cagar Biosfer atas usulan pemerintah Indonesia pada tahun 1981. Kemudian pengakuan tersebut berlanjut dengan ditetapkannya TNGL sebagai Tripocal Rainforest Heritage of Sumatera bersama-sama TN Kerinci Seblat dan Bukit Barisan Selatan pada tahun 2004.

Dunia mengakui keunggulan kawasan TNGL yang luasnya lebih dari 1 juta hektar, bahkan menjadikannya sebagai “laboratorium alam”. Leuser juga menjadi surganya para peneliti dan pelancong, baik dari mancanegara maupun domestik.

MacKinnon, peneliti lingkungan berkelas internasional pernah mengatakan, Leuser mendapatkan skor tertinggi untuk kontribusi konservasi di seluruh kawasan Indo Malaya. Leuser merupakan tempat habitat sebagian besar fauna mulai dari mamalia, burung, reptil, amfibia, ikan, dan avertebrata. Ada 350 species burung dari 380 yang ada dan 36 dari 50 species burung endemic “sundaland” yang menjadikan Leuser sebagai rumahnya.

Ekosistem Leuser juga merupakan habitat fauna kunci seperti gajah Sumatera (elephas maxsimus sumaterae), badak Sumatera (dicerorhinus sumateraensis), dan orang utan Sumatera (pongo obelii). Selain itu ada owa (hylobateslar), kedih (presbytis thomasi) dan fauna lainnya. Selain sebagai rumah fauna, di TNGL juga ada 4.000 species flora dan 3 jenis dari 15 jenis tumbuhan parasit rafflesia serta ada tumbuhan obat (brimacombe dan elliot, 1996).

Sebagai laboratorium alam, para peneliti datang silih berganti melakukan penelitian, baik tentang faunanya maupun keragaman floranya. Stasiun Riset Orangutan di Katombe Kabupaten Aceh, yang juga masih termasuk ranah dari kawasan TNGL merupakan salah satu stasiun riset tertua yang dibuka tahun 1971 oleh Dr Herman D.Rijksen, hingga saat ini tetap menjadi lokasi yang menarik minat para peneliti baik dari domestik maupun manca negara. “Setiap tahunnya jumlah pengunjung meningkat,” kata Kepala Balai TNGL, Ir Wiratno pria paruh baya yang aktif mempromisikan upaya kolaborasi di Sumatera Utara dalam mendukung kegiatan konservasi lingkungan di daerah ini.

Pelancong dapat menikmati indahnya alam dan merasakan kesejukan udara dan kesegaran air sungai dan air terjun yang belum tercemar dan terkena polusi. Tak hanya itu dilokasi ini terdapat pula satu objek wisata yang bisa dinikmati berupa air panas alami.

Beberapa pilihan kegiatan yang bisa dilakukan pengunjung diantaranya Scubing atau dikenal sebagai salah olaraga air yang menggunakan ban bekas bisa menjadi pilihan untuk menguji derasnya dan sejuknya air sungai, dan jika ingin menyusuri hutan kita bisa menggunakan gajah yang sudah jinak sebagai kendaraan patroling dengan didampingi pawang gajah. Sedangkan untuk menikmati rimbunnya hutan bisa dilakukan dengan cara trackking melihat keanekaragaman flora dan fauna, gua serta panorama alam dari ketinggian Gunung Leuser.

Kerja Bareng Lestarikan Leuser

Selain keindahan panorama alam Gunung Leuser yang memikat, bagi pihak yang ingin mendapatkan poin pembelajaran pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, Gunung Leuser khususnya daerah Tangkahan juga menarik menjadi pilihan studi pembelajaran bagi kalangan aktivis yang giat mengembangkan upaya kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya alam.

Suasana cair antara pihak pengelola TNGL, puluhan volunter yang sebelumnya aktif di kegiatan komunitas pencinta alam (KPA) namun kini mengabdikan dirinya pada pelestarian TNGL, Conversation Respons Unit (CRU) dengan masyarakat lokal yang menghuni kawasan tersebut tampak terlihat saat memberikan pelayanan bagi rombongan wartawan lingkungan dari berbagai pelosok tanah air yang berapa waktu lalu menyelenggarakan Konferensi Nasional Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia.

Kejadian itu hanya bagian kecil dari kerja bareng yang telah dilakukan sejumlah pihak yang berkepentingan dalam pelestarian Taman Nasional Gunung Leuser. Menurut Wiratno, keberhasilan pengelolaan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) maupun Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) sangat ditentukan oleh sinergitas para pihak dari berbagai tingkatan baik lembaga lokal maupun internasional. Membangun visi yang sama adalah adalah mutlak agar dapat dicapai collective awareness dan nantinya akan menjadi model sosial menuju aksi bersama.

Diungkapkan Wiratno, saat ini pihak pengelola TNGL tengah berkolaborasi dengan masyarakat lokal serta didukung oleh sejumlah lembaga yang konsen dalam kegiatan konservasi diantaranya Yayasan Leuser Internasional, Fauna dan Flora Internasional, Yayasan Ekosistem Lestari, UNESCO, Conservation Internasional Indonesia, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Lembaga Pariwisata Tangkahan dan Pemerintah Kabupaten Langkat.

Keseluruhan lembaga tersebut membagi diri dalam berbagai kegiatan sesuai konsentrasi dan potensi masing-masing lembaga. Misalnya Yayasan Leuser Internasional (YLI) memfokuskan dukungan di sekitar TN Gunung Leuser dengan berbagai inisiatif konservasi dan pembangunan berkelanjutan, Flora dan Fauna (FFI) berkonsentrasi pada dukungan pembangunan sistem patroli bersama Conservation Respon Unit (CRU), sekaligus melakukan perlindungan gajah Sumatera. Di Tangkahan Kecamatan Bantang Serangan Kabupaten Langkat Leuser, keberadaan gajah ini mendukung pengembangan ekowisata berbasis masyarakat, yang dikembangkan oleh Lembaga Parawisata Tangkahan.

Yayasan Ekosisten Lestari (YEL) membantu Balai TNGL dalam pelestarian orangutan di Sibolangit dan melakukan seri penelitian Ketambe. Sedangkan UNESCO melalui program yang dikembangkan oleh World Hertige Center di Paris mendukung program-program peningkatan kapasitas staf Balai TNGL melalui pelatihan dan dukungan patroli lapangan serta penguatan resort-resort di seluruh kawasan TNGL.

Conservation Internasional (CI) Indonesia yang sedang mengembangkan konsep North Sumatran Corridor (NSC) juga mulai mendukung Balai TNGL melalui pengenalan program-program pendidikan lingkungan dan penguatan kapasitas staf Balai TNGL. WALHI NAD dan Sumut konsen pada program kampanye pelestarian kawasan TNGL dan pendampingan masyarakat serta advokasi kebijakan baik tingkat kabupaten hingga tingkat nasional.

Sementara Lembaga Parawisata Tangkahan (LPT) merupakan mitra lokal berdiri atas inisiatif masyarakat 2 desa setempat untuk membantu melestarikan kawasan TNGL di wilayah desanya, sekaligus mengembangkan ekonomi mikro berbasiskan ekowisata. Inisiatif 5 tahun lalu itu sudah berhasil dengan terbangunnya komitmen masyarakat membantu menjaga Leuser.

Diakui Wiratno, tidak gampang untuk mendekati warga dan menyadarkan mereka, namun setelah melalui upaya panjang, akhirnya warga sadar diri dan justru membantu pihak TNGL menjaga kelestarian hutan. Baik melalui patroli bersama dengan berjalan kaki maupun menggunakan gajah dan sekaligus melindungi gajah melalui Conversation Respons Unit dibawah FFI.

Pelestarian hutan dan ekosistem di dalam TNGL konsep kolaborasi membangun hutan berbasis ekowisata dengan memaksimalkan peran masyarakat selain bisa bermanfaat pada pelestarian lingkungan juga bisa menopang kehidupan warga sekitar kawasan tersebut. “Jadi, selain lingkungan terjaga peningkatan ekonomi di sekitar kawasan juga terjadi,” kata Ary Suhadi dari Indecon (Indonesia Ecotourism Network).***



Prev: Memiliki Kehidupan Yang Lebih Baik
Next: Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia Telah Lahir
reply share

5 CommentsChronological Reverse Threaded
catatanharian
reply
catatanharian wrote on Sep 16, '06
asik,,,,,,,,,,,kepingin nie berkunjung ke Taman Gunung Leuser
sabtuminggu
reply
sabtuminggu wrote on Jun 15
informatif sekali.. kebetulan milis saya tepat sekali utk sharing spt ini.. pls click me..
petualanganku
reply
petualanganku wrote on Jun 17
ya, biar kawan-kawan blogger bisa mengetahui lebih banyak soal daerah konservasi di Indonesia yang mesti kita lestarikan bersama.
donyray
reply
donyray wrote on Oct 20
jadiii pengennn...., tapi disana dah aman lum yah...?
lam kenal....
donyray
reply
donyray wrote on Oct 20
oh yah skalian mo nanya negh, kalo kesana ada perijinan khusus gak yah yang musti disiapkan...?
thanks yah sebelumnya bro...

Novel Netware

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.