Taman Laut Alor Lebih Bagus Dari Bunaken
Keindahan Taman Laut Alor ternyata bukan isapan jempol. Pernyataan kekaguman oleh para wisatawan atau penyelam selama ini ternyata membuktikan keindahan itu. Selain lebih indah atau paling bagus dari Taman Laut di Bunaken, di laut Alor pun ada ikan langka dan kelinci laut yang tidak terdapat di laut lainnya.
Pernyataan kekaguman atas keindahan taman laut Alor dikemukakan oleh seorang Dive Master, Muljadi Pinneng Sulungbudi, Ia telah menyelam di Selat Pantar atau laut Alor sudah lebih dari 200 kali sejak tahun 2004 lalu.
Kepada wartawan usai berbicara di forum Seminar Investasi yang digelar Bagian Administrasi Perekonomian Setda Alor, Rabu (7/10/09) di aula Hotel Adhi Darma Kalabahi, Muljadi, menyatakan, taman laut Alor jauh lebih indah dibandingkan dengan Bunaken. Permasalahan yang dihadapi selama ini adalah kurangnya promosi di media cetak dan elektronik termasuk internet.
“Taman laut Alor lebih unik dari yang ada di daerah lain. Taman laut di sini lebih bagus dibandingkan dengan Bunaken yang banyak mengalami kerusakan akibat bom ikan dan ulah penyelam yang tidak bertanggung jawab. Setiap dive master harus mengingatkan para penyelam agar tidak boleh menyentuh taman laut saat berada di bawah permukaan air. Cukup lihat saja, karena, kalau sentuh dengan tangan bisa rusak, “ ujarnya.
Muljadi sendiri mengawali kegiatan selamnya di perairan Alor tahun 2004 silam. Sebelumnya, ia tak bisa berkomentar mengenai taman laut Alor karena belum menyelam. Setelah menyelam, ternyata yang dikatakan para wisatawan itu betul bahwa taman laut Alor lebih indah dibandingkan di Bunaken.
“Saya sudah selam di Bunaken, Wakatobi dan sejumlah daerah lainnya di Indonesia. Ternyata benar bahwa taman laut di sini lebih bagus. Makanya saya sudah menyelam lebih dari 200 kalu di Alor, “ ujarnya.
Ketertarikannya menyelam di Alor selain keindahan taman lautnya, tetapi juga ada species ikan langka yang panjangnya sekitar 50 senti meter yang belum diberi nama. Warna perut ikan putih, sedangkan punggungnya berwarna abu-abu dan kehitaman. Selain itu ada kelinci laut yang besarnya seperti ibu jari tangan. Bentuk kelinci laut disebutnya seperti lintah darat. Kedua makhluk hidup itu hingga saat ini belum punya nama. Ia menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Alor untuk bisa bekerja sama dengan LIPI atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia agar bisa melakukan research dan hasilnya nanti bisa menamakannya dengan nama species dari Alor atau Alorese.
“Sejak tahun 2003 dan 2004 saya suda bergelut di bidang underwater atau dunia bawah laut. Saya pun sudah keliling Indonesia tetapi tidak ada ikan langka dan kelinci laut yang saya sebutkan tadi. Itu hanya ada di Alor, “ tambahnya.
Muljadi mengaku sudah menyampaikan hal itu kepada Pemda Alor selama 2 tahun terakhir baik tentang kelangkaan ikan tersebut dan keindahan taman laut maupun pelestarian terumbu karang di Alor. Taman laut Alor pun, kata diam lebih dari 40 titik dan semua titik tersebut sudah diselamnya.
Muljadi juga membantah anggapan sejumlah orang yang takut selam karena ada Ikan Hiu. Menurutnya, kita tak perlu takut Ikan Hiu karena pada prinsipnya ikan hiu itu takut pada manusia. Makanan ikan hiu pun bukan manusia tetapi ikan-ikan yang kecil. Ikan Hiu tak mungkin mengganggu penyelam kalau penyelam tidak mengganggu ikan hiu. Jika penyelam atau kita mengganggu, maka tentu ikan hiu pasti akan membela atau mempertahankan dirinya.
“Jangan takut ikan hiu. Ikan hiu tidak makan manusia. Makanannya adalah ikan kecil. Walaupun di tubuh kita ada terluka seperti ada darah, tak perlu takut ikan. Justru ikan hiu yang takut manusia, “ ujarnya.
Di bagian terpisah, Kepala Seksi Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Propinsi Nusa Tenggara Timur, Eden Klakik, SE, M.Si, menyatakan, pihaknya setiap tahunnya selalu membuat calender of event. Ia berharap, berbagai potensi wisata bahari asal Kabupaten Alor bisa dikirim ke Dinas Budpar NTT untuk diteribitkan sehingga bisa dipromosikan ke wisatawan mancanegera maupun nusantara.
Hakcipta © 2010 Indowarta. Semua Hak Dilindungi. Designed by SitusDesigner.com.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar