Jumat, 23 November 2007

SUARA MERDEKA

logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Menggagas Museum Kars Dunia (1)

Keunikan Gunung Sewu Tiada Bandingannya


SM/Bambang Pur GUA TEMBUS:Para pengurus Osis SMK Pancasila 1 Wonogiri melakukan gerakan kebersihan dan menghapus corat-coret di dinding Gua Tembus di Pracimantoro Wonogiri. Gua itu termasuk dalam kawasan museum kars dunia.(30)


Barangkali tidak semua masyarakat paham tentang kars atau bentangan alam di permukaan dan perut bumi. Saat ini, sedang disiapkan pendirian museum kars di Wonogiri. Berikut laporan wartawan Suara Merdeka Bambang Pur secara berseri mulai hari ini. BENTANGAN alam itu secara khas berkembang di batu gamping dan dolomit, akibat proses pelarutan dan peresapan air yang telah berjalan ribuan tahun.

Kars merupakan salah satu morfologi atau bentuk lahan, tempat hidup dan berkembang berbagai jenis flora dan fauna. Karenanya, kars dipandang sebagai bagian ekosistem. Di Indonesia, potensi kars terdapat di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Lombok, NTB, Timor, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Di Pulau Jawa, sebaran kars terdapat di Rembang, Bojonegoro, Pangandaran, Tulungagung, Blitar, Surabaya, Kangean, Balekambang, Bawean, Mojokerto, Pacitan, Wonogiri, Wonosari, Purwokerto, Tegal, Cianjur, Bogor, Salatiga, Surakarta, Besuki, Tuban, Sumenep, Pamekasan, Banyuwangi, Ponorogo, Jember, Yogyakarta, Subang, Bandung dan Karawang.

Kawasan kars di Indonesia, ditetapkan sebagai cagar alam warisan dunia. Karena potensinya, sebagaimana di pegunungan seribu (Gunung Sewu), merupakan kesatuan ekosistem biofisik dengan geomorfologi yang unik, khas, spesifik dan tidak ada duanya di dunia.

Cagar Alam Nasional

Berkaitan dengan tingginya nilai pemilikan potensi kars di Gunung Sewu ini, rapat kerja nasional (Rakernas) kars Indonesia tahun 2004 di Kabupaten Wonogiri menetapkan kawasan Gunung Sewu sebagai cagar alam nasional yang berskala dunia.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro menggagas perlunya membangun museum kars di Gunung Sewu. Gagasan itu kemudian ditindaklanjuti dengan survei berulang kali, untuk menetapkan pemilihan lokasinya. Sampai akhirnya lokasinya ditetapkan di Kabupaten Wonogiri.

Rencana pembangunan museum kars dunia ini akan ditempatkan di salah satu tempat di deret kawasan Gunung Sewu, tepatnya di Dusun Mudal, Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro (sekitar 50 kilometer barat daya Kota Wonogiri). Di sana ada sejumlah gua yang kaya dengan pemilikan batuan stalaktit dan stalakmit alami yang unik bentukannya.

Menyikapi ini, kata Bupati H Begug Poernomosidi, Pemkab telah membebaskan tanah calon lokasi museum seluas 3,6167 hektare dengan anggaran APBD Rp 900 juta. Ini sebagai konsekuensi sharing, karena Pemprov Jateng nantinya akan membangunkan prasarana infrastruktur bernilai Rp 8 miliar dan membangun sarana fisik gedung museum bernilai Rp 23 miliar. (46)



Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA

Tidak ada komentar: