| |  | | | Database dan Sistem Informasi Arkeologi Dikirim oleh: adhi pada Oct 24, 2004 - 01:19 PM [ Edit | Hapus ] | | Makalah ini telah disampaikan di Cisarua, Jawa Barat tanggal 23-27 Agustus 2004 di depan peserta Lokakarya seIndonesia dalam "Penyusunan Kebijakan Penelitian Arkeologi 2004" dengan tema "Rancangan Induk Penelitian Arkeologi: Kebijakan Strategis untuk Pengembangan Wawasan Arkeologi"
Oleh: Adhi Rachdian Latar Belakang
Sejalan dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang sedemikian pesat sejak diperkenalkannya internet sehingga dapat melayani kebutuhan informasi dari bidang-bidang lain termasuk bidang arkeologi dengan cepat, handal, luas dan relatif sangat murah. Perubahan paradigma baru dibidang arkeologi seperti yang diulas oleh Noerhadi Magetsari; kontribusi hasil penelitian & pendidikan arkeologi (Rahje) maupun penemuan-penemuan artifak baru yang dipamerkan di suatu museum di South Hampton hanya dapat kita ketahui dengan cepat melalui internet. Biaya untuk mengetahui informasi itupun sangatlah rendah, berbeda jauh jika kita bandingkan dengan informasi yang kita peroleh dari media lain atau bahkan dengan mengunjungi langsung ke tempat yang bersangkutan.
| Mean | Years | Period | | Radio | 38 | 1922-60 | | Telephone | 25 | 1920-45 | | Television | 13 | 1951-64 | | Cable TV | 10 | 1976-86 | | www | 5 | 1993-98 |
Illustration: Time to reach 50 millions users
Lebih dari sekedar itu; jurnal-jurnal arkeologi, proyek arkeologi yang sudah dilaksanakan ataupun yang sedang membutuhkan dana, database bibliografi dan lain sebagainya dapat juga diperoleh maupun disediakan untuk memenuhi kebutuhan informasi arkeologi. Sosialisasi mengenai keberadaan situs purbakala dan juga program-program pemerintah dapat disediakan dengan cepat dan sangat luas hingga ke penjuru dunia hanya dalam waktu hitungan detik.
Dalam konsep Sistem Informasi (SI) dimana ada 4 komponen untuk menghasilkan suatu proses arus data/informasi, yaitu: · data/informasi · media yang memperoses data/informasi · sumber data/informasi · penerima data/informasi. Sehingga komponen yang pertama, data/informasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan arkeologi seperti: jurnal, gambar situs/artifak/bangunan/dll, proyek-proyek arkeologi, dan lain sebaginya. Komponen kedua diwakili oleh internet (website). Sumber data/informasi itu sendiri adalah Pemerintah Republik Indonesia yang dalam hal ini adalah Asisten Deputi Urusan Arkeologi Nasional, Deputi Bidang Sejarah dan Purbakala, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Penerima data/informasi dapat dijabarkan sesuai keinginan yang pada dasarnya adalah pengguna internet diseluruh dunia yang jumlahnya mencapai ratusan juta orang.
Penjabaran dan penentuan penerima data/informasi ini berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah. Sumber dana barupun dapat digali dengan mendefinisikan komponen ini. Sebagai gambaran, website Internet Archaeology telah digunakan 27.000 pengguna dari 120 negara per awal Agustus 2002. Yang artinya kebutuhan informasi mengenai arkeologi ini cukup besar. Tentu saja permintaan konten yang besar (komponen ke-4 dari SI) harus di imbangi dengan tersedianya data/informasi yang juga banyak dan bervariasi. Kalau kita serius mengkaji dan meng-implementasikannya ditunjang pengelolaan yang baik dari bidang ini sebetulnya bukanlah suatu isapan jempol, jika pada akhirnya memperbesar lapangan pekerjaan di bidang arkeologi. Arkeolog-arkeolog yang banyak pada akhirnya sangat dibutuhkan untuk menyuplai data/informasi yang diperlukan.
Tak dapat dipungkiri, sinergi antara TI dengan arkeologi tidak dapat dipisahkan lagi dimana pernyataan ini bukan hanya kesimpulan dari kajian literatur tetapi merupakan kebutuhan. Kebutuhan inipun sangatlah tidak cukup jika hanya sampai pada tahap lokakarya ataupun kajian ilmiah, harus sampai tahap implementasinya.
Website sebagai Media Informasi Arkeologi
Segala kebutuhan informasi dirasakan dapat diperoleh dengan mudah di dunia maya tersebut. Internet yang oleh orang awam sangat identik dengan website merupakan media yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk memperoleh data ataupun untuk menyediakan data.
Adapun website-website seperti: · Western Australian Maritime Museum Bibliographical Search http://dbase.mm.wa.gov.au/Bibliography/bibliography.php · Arkeologi Wikipedia http://ms.wikipedia.org/wiki/Arkeologi · Archaeology Books and Articles - Research Archaeology at Questia Online Library http://www.questia.com/Index.jsp?CRID=archaeology&OFFID=se1&KEY=archaeology · About Internet Archaeology http://intarch.ac.uk/news/index.html · Search the Archaeology museum documentation project database http://sccwww1.southampton.gov.uk/archaeology/search.asp · Archaeology Bibliography Database http://sccwww1.southampton.gov.uk/archaeology/search.asp Adalah merupakan sedikit contoh website-website yang menyediakan informasi mengenai arkeologi.
Website arkeologi tersebut diantaranya ada yang menyediakan informasi secara gratis dan ada juga yang diharuskan menjadi anggota dengan persyaratan-persyaratan tertentu dengan biaya tertentu. Sistem keanggotaanyapun berbeda-beda. Sistem pembiayaannyapun berbeda-beda mulai dari US$ 19.95/bulan, $44.95 setiap 4 bulan atapun $119.95/tahun.
Konten yang disediakan dapat meliputi: · Objek-objek arkeologi. · Foto-foto arkeologi. · Jurnal-jurnal. · Proyek-proyek arkeologi. · Literatur. · Peta situs objek arkeologi maupun purbakala. · Peraturan-peraturan pemerintah mengenai arkeologi dan sosialisasinya. · Katalog. · Dan lain-lain.
Jenis Data/Informasi yang akan ditampilkan dapat berupa: · Teks · Suara · Video · Gambar · Maupun gabungan keseluruhan jenis data tersebut yang lebih dikenal dengan istilah multimedia.
Website ditampilkan dalam halaman web (html) dimana halaman ini dapat berupa halaman yang statis ataupun halaman yang kontennya dinamis. Halaman konten yang dinamis ini disuport oleh suatu database.
Database
Dalam sistem penyimpanan konvensional, semua data, arsip atau informasi yang tertulis dalam lembaran kertas dikumpulkan dalam suatu buku ataupun map. Map-map/buku-buku yang sejenis diklasifikasikan menurut kelompok tertentu dan dimasukkan ke dalam laci tertentu dalam suatu lemari penyimpanan. Lemari-lemari ini berada dalam suatu ruangan khusus yang merupakan ruangan penyimpanan data. Untuk skala yang lebih besar, ruangan-ruangan ini berada dalam suatu gedung khusus penyimapanan data, seperti misalnya Gedung Arsip Nasional.
Di dunia IT, sistem penyimpanan data lebih dikenal dengan istilah Database System. Satuan terkecil dari data adalah huruf (karakter). Karakter-karakter ini menempati field-field tertentu yang membentuk suatu tabel. Tabel-tabel ini menempati suatu database tertentu. Sistem ini biasanya terdapat dalam suatu database server hanya saja Field, tabel dan database ini semuanya adalah bentuk imajiner, tidak kasat mata dan hanya dapat disimbolkan. Informasi baru bisa dihasilkan dari pengolahan dan manipulasi data-data yang diinginkan.
Sebagai komparasi, satu buah server dapat sebanding dengan satu buah gedung penyimpanan data atau bahkan lebih.
Data akan sangat optimal kalau sesuai dengan kapasitasnya di server. Bisa kita bayangkan mubazirnya sebuah gedung arsip yang isinya kosong melompong dimana hanya 1-2 ruangan saja yang terisi data dan ruangan tersebutpun hanya terdiri dari beberapa lemari yang juga hanya terisi oleh sedikit data. Oleh karena itu, kekayaan database sangat bergatung dari hasil input yang dilakukan. Artinya, peran aktif insan arkeolog sangat menentukan dari isi databse itu sendiri.
Informasi akhir dari database ini dapat ditampilkan di halaman website dimana sasaran penerima informasi dapat di kategorikan dalam beberapa tipe sebagai contoh; Publik (semua pengguna internet), Anggota (terdaftar), Staf, dll.
Multimedia dan GIS sebagai pelengkap konten
Lebih lanjut mengenai konten dan kelengkapannya, sebuah website dapat dilengkapi dengan multimedia.
Konten yang lebih mutakhir seperti visualisasi dan menyajikan data spasial dan Smart Map dapat dilakukan dari hasil intepretasi metode GIS (Geographic Information System / Sistem Informasi Geografis).
Multimedia
Definisi multimedia agak simpang siur. Berikut ini adalah definisi multimedia menurut "Newton's Telecom Dictionary, 15th edition": Multi-media is the combination of multiple forms of media in the communication of information. Multimedia enables people to communicate using integrated media: audio, video, text, graphics, fax, and telephony. The benefit is more powerful communication. The combination of several media often provides richer, more effective communication of information or ideas than a single media such as traditional text-based communication can accomplish. Multi-media communication formats vary, but they usually include voice communications (vocoding, speech recognition, speaker verification and text-to-speech), audio processing (music synthesis, CD-ROMs), data communications, image processing and telecommunications using LANs, MANs, and WANs in ISDN and POTS networks. Multimedia technology will ultimately take the disparate technologies of the computer, the telephone, the fax machine, the CD player, and the video camera and combine them into one powerful communication center. Technologies that were once analog-video, audio, telephony-are now digital. The power of multimedia is the integration of these digital technologies. To many people, "multimedia" (as defined above) is a disparate collection of technologies in search of a purpose. And it's true: most of the merger of media (as above) is taking place in business communications in the moving around of compound documents. Meantime, multimedia has moved into training and in the home for education and entertainment." Kelengkapan multimedia sebagai kombinasi data yang lengkap pada akhirnya tidak dapat dihindari mengingat kebutuhan manusia akan informasi dari masa kemasa semakin lengkap dan bervariasi ditunjang dengan infrasrutktur komunikasi yang semakin memadai.
Untuk melengkapi varian informasi yang ingin disajikan sangatlah tidak memadai kalau informasi yang ingin disajikan tidak berupa multimedia. Ibarat sebuah museum yang hanya memamerkan tulisan-tulisan dean deskripsi obyek arkeologi tanpa dilengkapi dengan gambar. Di museum yang modern, pengunjung dapat menikmati fasilitas ruangan teater yang khusus memvisualisasikan imajinasi mengenai obyek tertentu.
Dibeberapa website arkeologi tertentu bahkan multimedia disajikan secara real time melalui teknologi streaming.
GIS
GIS didefinisikan sebagi sebuah sistem yang terdiri dari perangkat lunak komputer, hardware, data dan juga personil (orang) yang melakukan manipulasi, analisa dan merepresentasikan informasi dari suatu lokasi spasial (ruang).
Lokasi spasial biasanya adalah lokasi geografis sedangkan Informasi yang dihasilkan merupakan visualisasi dari analisa data.
Dalam penjabarannya, GIS itu sendiri merupakan metode untuk memvisualisasikan, memanipulasi dan menghasilkan data spasial. GIS juga dapat di istilahkan sebagai Smart Maps (suatu peta yang dinamis, dihubungkan dengan database tertentu).
Untuk menginput dan memvisualisasikan data ke dalam GIS ada 2 jenis, yaitu:
1. Raster – Grid · Berupa pixel · Memiliki kordinat lokasi tertentu dengan nilai tertentu. · Data dengan format jenis ini diantaranya adalah foto-foto satelit dan foto udara (aerial).
2. Vector - Linear · Berupa titik, garis dan poligon. · Data seperti ukuran, jenis, panjang, dll. · Seperti gambar rumah, danau, dll.
Jenis data yang dapat digunakan untuk aplikasi GIS ini adalah: · Digitized & scanned map · Databases · GPS · Remote Sensing · Field Sampling of Attributes
Dengan menggunakan GIS, pemetaan situs-situs arkeologi dan kebutuhan lain mengenai konten arkeologi seperti proyek-proyek arkeologi dan peta situs purbakala dapat dapat divisualisasikan secara detil.
Pada akhirnya visualisasi data ini akan lebih dapat melengkapi konten arkeologi.
Penutup
Akhir kata, semoga makalah ini dapat berkontribusi dan bermanfaat dalam menunjang kegiatan Lokakarya mengenai “Penyusunan Kebijakan Penelitian Arkeologi di Indonesia” maupun dalam program-program Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata pada umumnya dan Deputi Bidang Sejarah dan Purbakala, pada khususnya.
Lebih lengkap mengenai makalah ini dapat anda baca di http://rachdian.pacific.net.id |
|
| Database dan Sistem Informasi Arkeologi | Log-in or register a new user account | 0 Comments | | | Comments are statements made by the person that posted them. They do not necessarily represent the opinions of the site editor. | | | | | | . | | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar