Kamis, 13 Januari 2011

Waingapu.Com

Tugas Berat Seorang Pemandu Wisata Cetak Email
Kontributor: Isidorus Ndoi
Sabtu, 10 Juli 2010 23:25

Pulau Flores terbukti memiliki panorama alam yang indah, olehnya membuat para pengunjung betah untuk tingal lebih lama. Hasil survey kami dari comment di guest book para guide di pulau itu bahwa hampir semua wisatawan baik dalam maupun luar negeri yang mengunjungi pulau Flores sangat menikmati walaupun minimnya fasilitas yang ada. Mereka sangat memaklumi dengan keadaan disetiap daerah kunjungannya dan sangat bangga dengan keramatamahan penduduknya.



Para pemandu wisata di pulau Flores berusaha keras dalam hal menggali dan mengembangkan kebudayaan serta kesenian daerah masing-masing yang saat ini hampir punah, dan mendukung penuh terpeliharanya kerukunan hidup di masyarakat pada setiap daerah kunjungan wisata. Memang usaha pariwisata tidaklah mudah, akan tetapi menjadi tantangan yang cukup besar bagi kami.

Kami selaku pemandu wisata selalu menjalin kerjasama yang baik dengan ketua adat yang ada dimasyarakat, agar setiap ketua adat dapat memberi motivasi untuk melestarikan kerajinan cendramata khas dari setiap kampung atau daerah yang bernilai seni budaya. Kami juga selalu memberi pengarahan kepada orang-orang yang tinggal di lokasi obyek wisata agar tidak merusak lingkungan yang ada sehingga tetap natural atau alami.

Tugas yang paling berat dari para pemandu wisata, dimana kami harus bisa menciptakan atau membuka kesempatan yang luas kepada masyarakat untuk belajar menghargai setiap wisatawan dan mempertahankan adat istiadat dengan tujuan agar budaya yang ada tidak hilang atau terpengaruh dari budaya luar yang masuk, apalagi budaya yang dapat merusak moral dan identitas kampung atau daerah.

Memberi penjelasan secara rinci tentang kebudayaan, geografi dan sosial kepada para wisatawan asing, mempersiapkan semua acara sebelum wisatawan datang berkunjung, seperti tarian adat serta pertunjukan-pertunjukan yang dapat membuat wisatawan senang dan betah tinggal lebih lama lagi di daerah tersebut.

Dalam pelaksanaan tugas diatas sangatlah berat bagi kami pemandu wisata jika tidak ada kerjasama yang baik dengan masyarakat, tapi kami juga meminta dukungan dari aparat di setiap desa atau kecamatan yang berada di lingkungan pariwisata tersebut agar sama-sama mendungkung dalam melestarikannya.

Kami ingin mengundang wisatawan lebih banyak lagi. Akan tetapi ini semua harus ada dukungan dari pemerintah dalam hal dana untuk mamberi latihan atau pendidikan kepada masyarakat tentang kepariwisataan. Dan tugas berat kami selanjutnya bila mempunyai modal yang cukup, membagikan tong sampah di setiap rumah penduduk agar sampah plastik yang paling dibenci oleh wisatawan mancanegara tidak berserakan di depan rumah maupun di lingkungan di sekitar kampung kunjungan wisata tersebut.

Untuk kita ketahui bahwa penyerapan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran di setiap daerah tujuan wisata tersebut adalah tujuan utama dari industri pariwisata. Semoga para pemandu wisata ditanah air terus bersemangat dalam mempromosikan pariwisata agar kehidupan masyarakatnya semakin meningkat.

Pariwisata Boy.
Frankfurt am Main.
Dikembangkan oleh Waingapu.Com

Tidak ada komentar: